seputarborneo.news@gmail.com

082152561188

Tersangka Penggelapan Minol Ajukan Praperadilan

Pelaksanaan sidang praperadilan Eks Subdistributor Minol UD Bintang Cabang Sampit dari distributor minol PT Bintang Artha Niaga Kusuma (BANK), Santo Gunawan di Pengadilan Negeri Sampit. FOTO : ISTIMEWA

SB, SAMPIT – Tersangka Santo Gunawan eks Subdistributor minuman beralkohol (Minol) UD Bintang Cabang Sampit, dari distributor Minol PT. Bintang Artha Niaga Kusuma (BANK), telah mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Sampit.

Dirinya tidak terima atas penetapan tersangka tindak pidana penggelapan atau penipuan, oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kalteng.

"Kita ajukan praperadilan sah atau tidaknya ditetapkan klien kami (Santo Gunawan) sebagai tersangka atas penggelapan terkait Minol," ucap Suriansyah Halim selalu Kuasa Hukum Santo Gunawan.

Dirinya mengatakan akan membuktikan di dalam Praperadilan bahwa minuman beralkohol yang dilaporkan, oleh kliennya bukan hanya minuman alkohol golongan A saja. Tetapi faktanya ada minuman beralkohol golongan B, dan golongan C.

"Padahal itu tidak pernah mendapatkan izin, alias minuman ilegal yang sangat merugikan Negara, karena tidak pernah membayar pajak dan cukai,” ungkap Suriansyah Halim dalam rilisnya, Selasa (20/9/2022).

Lanjut Suriansyah Halim, tentunya minuman alkohol yang tidak berijin atau ilegal tidak bisa menjadi barang bukti ilegal, atau alat bukti dalam perkara pidana. Karena sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan, bahwa barang bukti alat bukti dalam perkara pidana, adalah wajib barang atau alat bukti yang sah atau legal.

Menurutnya, dasar dari objek praperadilan pemohon adalah terhadap laporan Minol ilegal, atau tidak berizin tersebut jelas-jelas tidak membayar pajak dan cukai. Sehingga tidak mungkin termohon dapat menerima laporan minuman beralkohol atau ilegal, dan yang tidak membayar pajak atau tidak bayar pajak.

"Penetapan tersangka menurut Pasal 184 KUHAPidana, wajib berdasarkan alat yang sah atau legal, bukan yang tidak sah atau ilegal,” tegasnya.

Suriansyah Halim mengakui, atas penetapan tersangka kepada kliennya itu membuat kecewa, sebab sanksi sosial dari masyarakat seolah-olah kliennya sebagai Tersangka sudah terbukti bersalah.

“Faktanya hak-hak dari klien saya belum diberikan oleh PT. Bintang Artha Niaga Kusuma selaku distributor minuman beralkohol kepada Pemohon dengan UD. Bintang selaku subdistributor minuman beralkohol sebesar Rp. 62.718.930.000," tandasnya. 

Dalam jadwal sidang untuk putusan praperadilan terkait sah tidaknya penetapan tersangka penggelapan Minol, pada Jumat (23/9/2022). (adm)