seputarborneo.news@gmail.com

082152561188

BNNP Kalteng Audensi dan Sosialisasi di Bartim

by Redaksi - Tanggal 08-07-2022,   jam 10:39:13
BNNP KALTENG Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol. Drs. Sumirat Dwiyanto dan Bupati Barito Timur (Bartim) Dr. Ampera AY Mebas, serta Wakil Bupati Bartim Habib Said Abdul Saleh, dalam Audiensi dan Sosialisasi di Kabupaten Bartim, Kamis (7/7/2022).

TAMIANG LAYANG - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng melaksanakan Audiensi, dan Sosialisasi Inpres Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Rencana Aksi Nasional P4GN dan Prekursor Narkotika Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim).

Dalam kegiatan ini Kepala BNNP Kalteng, Brigjen Pol. Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si, didampingi Ketua DWP BNNP Kalteng Ani Sumirat dan Koor Bidang Rehabilitasi, Dorce Sanda, SKM., MPH.

Kegiatan ini dihadiri juga dibuka, Bupati Bartim Dr. Ampera AY Mebas, SE, MM, didampingi Wakil Bupati Bartim Habib Said Abdul Saleh, Sekda Bartim Panahan Moetar, SE., M.Si, Forkopimda, serta OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bartim.

Bupati Bartim Dr. Ampera A. Y. Mebas, dalam sambutannya, pihaknya berterimakasih atas kunjungan Audiensi, dan Sosialisasi dari BNNP Kalteng ini, karena banyak manfaat didapatkan, serta dukungan Pemkab Bartim dalam pemberantasan narkotika.

"Kita siap mendukung perang terhadap narkoba, dan akan melaksanakan tes urine terhadap pegawai di lingkungan Pemkab Bartim," tegas Ampera.

Dalam paparannya Kepala BNNP Kalteng, Brigjen Pol. Drs. Sumirat Dwiyanto menyampaikan hasil Sismonev Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), melalui Ditjen Polpum sampai dengan semester 2 Tahun 2021, dimana laporan B12 menunjukan kegiatan P4GN di Kabupaten Bartim masih kosong/belum terlaporkan.

"Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan untuk laporan sismonev di Tahun 2022 Pemkab Bartim melalui leading sektor yang telah ditunjuk, yaitu Kesbangpol dapat melaporkan kegiatan P4GN yang telah dilaksanakan," ucap Brigjen Pol. Drs. Sumirat.

Berdasarkan hasil diskusi dari Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) merencanakan membuat terobosan, berupa akan membuat peraturan untuk setiap yang ingin mengajukan pernikahan harus melampirkan surat bebas Narkoba.

Selain itu, pihak BNNP Kalteng mendorong pembuatan regulasi baik itu Perda, Instruksi Bupati maupun Surat Edaran Bupati, terkait P4GN. "Maupun terkait pembatasan penjualan/pembelian bahan adiktif seperti alkohol serta lem bagi anak dibawah umur 18 Tahun," tandasnya. (dm)