Pengerukan Sungai Pamuatan Sudah 470 Meter dari Target 1.370 Meter
SB, SAMPIT - Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar mengatakan, ekskavator amfibi telah mengeruk sungai pamuatan sepanjang 470 meter.
"Ekskavator amfibi terus bergerak mengeruk sungai untuk mengantisipasi banjir di Sampit. Saat ini di Sungai Pamautan pengerukan sudah 470 meter dari target pengerjaan 1.370 meter,” kata Mentana Dinar saat dikonfirmasi, Senin (27/5/2024).
Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya butuh waktu kurang lebih 5 bulan untuk mengeruk Sungai Baamang sepanjang 6.854 meter.
Ekskavator amfibi mulai dikerahkan di sungai tersebut pada November 2023 dan pengerukan sungai Baamang dinyatakan selesai hingga muara pada 27 April 2024.
"Normalisasi sungai Baamang akhir April sudah selesai. Aat berat kita dipindahkan ke sungai Pamuatan awal Mei kemarin. Dan target Insya Allah akhir Mei sudah selesai pengerukan,” ujarnya.
Pengerukan sungai Pamautan karena saat itu terjadi banjir sangat tinggi di sekitar sungai yang berbatasan dengan Kecamatan Baamang dan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang itu. Banjir terparah terpantau di SDN 3 Sawahan yang berdekatan dengan bantaran sungai Pamautan.
"Saat banjir itu ekskavator amfibi berada di Pembataan, Kelurahan Sawahan. Saat itu air masih tinggi sehingga pergerakan ekskavator amfibi untuk mengeruk dasar sungai tidak maksimal. Sekarang sudah pengerukan dan muda mudaban selesai dengan yang ditargetkan,” tutupnya. (f1/sb)