seputarborneo.news@gmail.com

082152561188

Dewan Minta 5 Kesepakatan RDP Masalah PT HMA Ditaati

by Redaksi - Tanggal 20-11-2022,   jam 05:39:02
Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas, Darwandie didampingi Anggota Komisi II DPRD Setempat menyerahkan berita acara kesepakatan Rapat Dengar Pendapat (RDP). FOTO : ISTIMEWA

SB, KUALA KAPUAS - DPRD Kabupaten Kapuas telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Hamparan Mitra Abadi (HMA), dan tiga kepala desa (kades) serta mantir adat membahas terkait lahan sawit, pada Senin (14/11/2022).

Dalam rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kapuas, H Darwandie, SH., MH., diikuti sejumlah anggota Komisi II DPRD setempat. Selain itu juga manajemen dari PT HMA, Kades Tumbang Sirat, Kades Dirung Koram, Kades Tanggirang, dan Mantir Adat Tumbang Sirat.

"Ada beberapa poin hasil RDP, dan dituangkan ke dalam berita acara RDP" tegas H Darwandie.

Menurutnya, berdasarkan berita acara hasil rapat yang tertuang dalam berita acara yang ditandatangani para pihak, Senin, 14 November 2022 menyepakati lima poin sebagai berikut:

PT HMA pada bulan Desember 2022 melakukan sosialisasi ulang terhadap aspek legal, progres dan rencana kerja dan aktivitas yang sedang dan akan dilakukan saat ini. 

Kemudian PT HMA segera membentuk tim terpadu dengan tugas khusus melakukan survei, inventarisasi, pengukuran dan pemetaan lahan di area kerja PT HMA.

"Selanjutnya PT HMA bersama dengan tim terpadu menetapkan dan memutuskan nilai harga ganti rugi, serta menetapkan kepemilikan yang berhak menerima ganti rugi," jelasnya.

"PT HMA sebelum melakukan aktivitas di lahan kawasan izin diwajibkan melakukan dan menunaikan kegiatan ritual adat manyanggar, dan kelima daftar hadir terlampir," tandasnya.

Sementara itu Manajer Humas PT HMA, Rosi Andreas menyampaikan pihaknya menyambut baik adanya RDP ini, sehingga semakin tahu dinamika yang ada di masyarakat. 

"Memang kita sudah sampaikan kita pernah bersosialisasi. Kita diminta ulang sosialisasi lagi kita juga berpikir positif. Kita mendukung," kata Rosi.

Dirinya mengatakan perusahaan baru memulai operasional di Kabupaten Kapuas, sehingga perlu dukungan-dukungan, salah satunya dukungan dari Pemkab, DPRD diharapkan.

"Kita masih baru. Namanya perusahaan baru, banyak hal yang menjadi PR. Namun kami yakin kami ingin memajukan daerah Kapuas, dan kami ingin berinvestasi di Kapuas," tandasnya. (dm)