Lewati ke konten utama
Provinsi

Tingkatkan Literasi Keuangan Pendidik, OJK Kalteng Training of Trainers Guru di Kotim

Redaksi 24-01-2025, 01:06 WIB 1 menit baca
Foto bersama usai pelaksanaan Training of Trainers terhadap guru di Kotim. (FOTO:OJK KALTENG)
Foto bersama usai pelaksanaan Training of Trainers terhadap guru di Kotim. (FOTO:OJK KALTENG)

SB, SAMPIT – OJK Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan Training of Trainers (ToT) kepada guru-guru di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yaitu sebagai langkah strategis untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat, khususnya di kalangan pendidik.

Kepala Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bagian Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis yaitu Andrianto Suhada mengatakan, guru sebagai ujung tombak pendidikan, memiliki peran kunci dalam mentransfer pengetahuan ini kepada siswa-siswi mereka.

“Harapannya adalah agar guru dapat lebih memahami berbagai produk dan layanan keuangan, serta mengenali bahaya dari praktik-praktik keuangan ilegal seperti pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan judi online. Dengan pemahaman yang lebih baik, guru dapat menyebarkan informasi ini kepada anak didiknya secara lebih efektif,” katanya.

Dia menyebutkan, dengan adanya dukungan dari berbagai pihak seperti Bupati Kotawaringin Timur, Kepala Dinas Pendidikan, serta lembaga-lembaga keuangan seperti PT BPD Kalimantan Tengah, PT Bursa Efek Indonesia dan PT Permodalan Nasional Madani sehingga dapat memperkuat keberhasilan program ini.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan lembaga keuangan, pengelolaan keuangan pribadi, dan pemahaman tentang risiko keuangan yang ada di masyarakat, seperti investasi dan pembiayaan mikro.

Dengan begitu, guru tidak hanya memperoleh pengetahuan teori, tetapi juga keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan di sekolah.

Melalui pendekatan edukasi yang kreatif dan interaktif, para guru bisa menjadi fasilitator yang dapat membantu siswa mengerti pentingnya pengelolaan keuangan yang baik.

“Ini akan membawa dampak positif tidak hanya untuk lingkungan sekolah, tetapi juga untuk masyarakat luas, karena literasi keuangan yang baik dapat mencegah banyak masalah finansial yang sering dialami oleh masyarakat, seperti utang yang tak terkendali dan terjebak dalam investasi bodong,” katanya Bupati diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum, Muhamad Saleh. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard