Didi ketika menunjukan tempat pertama kali bayi ditemukan. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, PALANGKA RAYA – Penemuan sosok bayi perempuan yang ditinggalkan di halaman Masjid Al-Amanah, Jalan Bukit Raya, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, masih menyisakan tanda tanya besar.
Warga setempat dibuat geger oleh kejadian memilukan ini yang terjadi pada Senin (21/4/2025) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.
Menurut keterangan salah satu saksi, Didi (54), yang merupakan kaum masjid, kejadian pertama kali diketahui oleh istrinya, Masni (48) yang tak sengaja terbangun dari tidur karena mendengar suara sepeda motor berhenti di sekitar masjid.
“Ketika itu kami sedang tertidur, namun istri saya terbangun setelah mendengar suara sepeda motor. Mesin motornya tidak dimatikan, hanya berhenti sebentar di depan masjid,” ungkapnya.
Tak lama setelah itu, suara tangisan bayi terdengar sebanyak dua kali dari arah teras masjid. Ketika Didi dan keluarganya mengecek, mereka mendapati seorang bayi perempuan tergeletak di depan pintu masuk masjid, dibungkus dengan selimut merah dan masih memiliki tali pusat.
“Sepintas saya lihat pelakunya seorang pria. Dia datang dari arah Bundaran Garuda lalu kabur ke arah Jalan Sangga Buana. Motornya seperti jenis bebek, suara knalpotnya cempreng,” tambahnya.
Ia mengaku sempat kebingungan saat menemukan bayi tersebut, namun segera mengambil langkah cepat dengan menghubungi pihak kepolisian.
Tak lama kemudian, sejumlah petugas dari Polresta Palangka Raya tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi bayi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya.
“Informasinya, bayi itu sekarang sedang dirawat di RS Bhayangkara. Saat ditemukan kondisinya masih ada tali pusatnya, dan dibalut selimut merah,” pungkasnya. (sb)