Kapal TB Putra Abadi 77 Alami Mati Mesin, ABK Berhasil Dievakuasi
SB, PANGKALAN BUN – Kapal TB Putra Abadi 77 mengalami mati mesin di Perairan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat. Berdasarkan infomasi yang didapat, matinya mesin dikarenakan cuaca buruk yang terjadi di Perairan Kumai yang menyebabkan tali penarik kapal putus, sehingga air masuk ke dalam kapal.
Kapal dengan POB 9 orang tujuan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu dari Pelabuhan Tanjung Priok. Peningkatan gelombang tinggi pada saat kejadian berkisaran antara 4 sd 6 meter. Lokasi terakhir diketahui pada Koordinat 3°52'33.55"S - 112°16'45.89"E ± 50 Nm dari Muara Kumai.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Palangka Raya mendapat info, Jum'at (23/12) sekitar pukul 1200 WIB dari pusat Basarnas Command Center (BCC) yang meneruskan informasi dari Olswap Kru Kapal Coral Geographer yang berada tidak jauh dari posisi Kapal Putra Abadi 77.
Mendapat info tersebut Muhamad Hariyadi selaku kepala Kantor BASARNAS Palangka Raya langsung berkoordinasi dengan BCC, KSOP Kumai, dan SROP untuk memapelkan kejadian tersebut kepada kapal-kapal yang menjembatani perairan tersebut untuk memberikan bantuan.
Lanjutnya, Basarnas Palangka Raya juga mengerahkan 1 SRU (Search and Rescue Unit) dengan menggunakan sarana 1 Unit RIB (Rigid Inflatable Boat) dari Dermaga Inhutani Sampit untuk melakukan Evakuasi jika memungkinkan. Dan terus berkoordinasi dengan Kapal Coral Geographer agar melakukan evakuasi terhadap ABK Kapal TB Putra Abadi 77.
"Sabtu (24/12) pukul 07.55 WIB Crew Kapal TB Putra Abadi 77, berhasil dievakuasi oleh Kapal Coral Geographer korban berjumlah 9 orang dalam kondisi selamat dan akan dibawa ke Pelabuhan Kumai," jelasnya.
Kemudian Pukul 18.40 WIB Kapal Coral Geographer telah tiba di Pelabuhan Kumai Pangkalan Bun dan semua ABK selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kumai dan selanjutnya akan diserahkan kepada pihak agen kapal tersebut.
"Dengan telah terevakuasi semua korban dengan selamat, Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup," tandas Hariyadi. (adm)