seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Bupati Lamandau Dampingi Gubernur Kunker ke Desa Riam Durian

by Redaksi - Tanggal 10-06-2025,   jam 02:31:06
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra saat mendampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau Desa Riam Durian. (FOTO:DISKOMINFO)

SB, PANGKALAN BUN - Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turut mendampingi Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran, dalam kunjungan kerja ke Desa Riam Durian, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Minggu (8/6/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) dalam mewujudkan visi besar “Membangun dari Desa”, yang bertujuan menghadirkan pemerataan pembangunan dan pelayanan dasar hingga ke pelosok.

“Kami ingin seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di desa-desa terpencil, mendapatkan hak yang sama atas pelayanan dan pembangunan,” ujar Gubernur Agustiar Sabran.

Rangkaian kegiatan kunjungan meliputi peninjauan pasar murah, kunjungan ke Posyandu Akasia, serta peninjauan lokasi rencana pembangunan gedung sekolah di Desa Kinjil.

Gubernur juga turut melakukan penanaman pohon dan meninjau kegiatan restocking benih ikan di Embung BWS Kalimantan II yang berlokasi di Danau Asam.

Setelah menyelesaikan seluruh agenda lapangan, Gubernur melanjutkan pertemuan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lamandau di kediaman Bupati. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah dan seluruh kepala OPD Pemkab Lamandau.

Dalam forum itu, Gubernur menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten untuk memastikan program-program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

“Partisipasi aktif kepala daerah sangat kami harapkan, terutama untuk menyampaikan program prioritas yang memerlukan dukungan atau intervensi provinsi. Semua harus disampaikan secara jelas agar tidak ada yang terlewat,” tegas Gubernur.

Kunjungan ini sekaligus mempertegas komitmen Pemprov Kalteng dalam mendukung percepatan pembangunan desa dan daerah terpencil sebagai bagian dari pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. (sb/*)