seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Dinilai Arogan, DAD Kotim Minta Kapolsek Mentaya Hulu Dicopot

by Redaksi - Tanggal 02-09-2025,   jam 01:18:30
Ketua Harian DAD Kotim, Gahara

SB, SAMPIT - Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyoroti keras sikap Kapolsek Mentaya Hulu, Ipda Nor Ikhsan, yang dinilai arogan saat berhadapan dengan masyarakat dalam kasus sengketa lahan perkebunan kelapa sawit milik PT Tapian Nadenggan di Desa Pantap, Kecamatan Mentaya Hulu, Kamis (28/8/2025).

Ketua Harian DAD Kotim, Gahara, menegaskan tindakan Kapolsek yang membentak warga serta advokat pendamping dianggap tidak mencerminkan etika aparat penegak hukum. 

Bahkan, sikap tersebut dinilainya justru seperti memperlihatkan Kapolsek seakan pihak yang berkepentingan terhadap sengketa lahan tersebut.

“Saya minta Kapolsek Mentaya Hulu segera dicopot dari jabatannya. Polisi tidak boleh bersikap arogan. Itu tidak pantas bagi aparat penegak hukum,” tegas Gahara, Senin (2/9/2025).

Gahara menambahkan, para pejabat publik maupun aparat penegak hukum harus lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat yang saat ini beredar di media sosial.

"Saya berharap semua untuk peka terhadap eskalasi yang terjadi beberapa hari terkahir ini, terutama para pejabat publik dan aparat penegak hukum bisa menjaga perkataan dan sikap, karena kita tidak ingin kejadian yang ada di Jakarta terjadi didaerah kita," tandas Gahara. (f1/sb)