seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Siswa SDN 3 Bukit Tunggal Keracunan, Kepsek: Keracunan Usai Makan Burger MBG

by Redaksi - Tanggal 30-09-2025,   jam 01:46:04
Suasana aktivitas belajar mengajar di SDN 3 Bukit Tunggul, Palangka Raya. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Sebuah insiden diduga keracunan mencuat dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palangka Raya.

Sebanyak 27 siswa SD Negeri 3 Bukit Tunggal dilaporkan mengalami gejala yang mengarah pada keracunan makanan setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu (4/9/2025) lalu.

Kepala SDN 3 Bukit Tunggal, Sujianto, menyatakan, bahwa pihak sekolah langsung merespons cepat setelah menerima laporan adanya siswa yang mengeluh mual dan muntah.

"Program MBG sudah berjalan di sekolah kami sejak 20 Agustus. Namun, pada 4 September terjadi insiden yang cukup serius. Anak-anak yang makan dari program tersebut mulai menunjukkan gejala yang diduga akibat makanan," ujar Sujianto saat ditemui, Selasa (30/9/2025).

Menu yang dikonsumsi saat itu berupa burger dengan isian daun selada, timun, saus, dan roti, didampingi potongan buah semangka. Diduga, menu ini menjadi penyebab munculnya indikasi keracunan pada para murid.

Dari data yang dihimpun pihak sekolah, sebanyak 26 siswa menunjukkan gejala pada hari kejadian dan satu siswa lainnya mengalami keluhan serupa keesokan harinya.

“Murid tersebut akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Pambelum oleh orang tuanya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” tegasnya.

Pihak sekolah tidak tinggal diam. Penanganan awal dilakukan langsung di lokasi dengan memberikan susu steril sebagai upaya menetralisir gejala ringan yang dialami siswa. Selain itu, koordinasi segera dilakukan dengan penyedia makanan.

"Setelah berdiskusi, kami telah menyepakati agar ke depan tidak terjadi lagi kasus serupa. Kami juga meminta pihak dapur lebih teliti dan hati-hati dalam pemilihan bahan makanan," cecarnya.

Tak hanya berhenti pada penanganan internal, Sujianto menegaskan, bahwa pihak sekolah juga sudah menyampaikan laporan resmi kepada Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya.

“Laporan sudah kami sampaikan ke Dinas Pendidikan sehari setelah kejadian, melalui Kepala Bidang yang membidangi,” ungkapnya. (rk/sb)