Sekolah Rakyat Usung Kurikulum Merdeka Plus, Fokus pada Karakter dan Keterampilan Hidup
SB, SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Irfansyah, menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat menerapkan kurikulum yang sedikit berbeda dari pendidikan formal pada umumnya. Kurikulum ini menggabungkan kurikulum nasional dengan penekanan pada penguatan karakter dan keterampilan hidup bagi para siswa.
"Kalau kurikulum di Sekolah Rakyat itu adalah kurikulum Merdeka plus. Artinya ada nilai tambahnya. Pembelajarannya memang lebih banyak diarahkan untuk membentuk perubahan mental siswa," ujar Irfansyah saat ditemui, Selasa (7/10/2025).
Irfansyah menjelaskan bahwa sistem belajar di Sekolah Rakyat jauh lebih fleksibel dibanding sekolah formal. Jika sekolah formal mengikuti kalender pendidikan secara ketat, Sekolah Rakyat justru menyesuaikan proses belajar dengan kesiapan dan kemampuan masing-masing siswa.
"Kalau kalender pendidikan formal mulai Juni hingga Juli tahun berikutnya, Sekolah Rakyat bisa mulai September dan selesai November. Karena mereka memakai sistem semacam SKS, tergantung kesiapan siswa,” jelasnya.
Meski Sekolah Rakyat merupakan program dari Kementerian Sosial yang dikelola pemerintah pusat, Dinas Pendidikan Kotim tetap ikut berperan dalam mendukung proses pendidikan tersebut.
"Dalam hal ini kami hanya memantau proses pembelajarannya. Kami jalankan tugas sesuai fungsi kami sebagai Dinas Pendidikan," pungkas Irfansyah.
Sekolah Rakyat hadir sebagai alternatif pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan atau yang sebelumnya putus sekolah, dengan pendekatan yang lebih humanis, fleksibel, dan berfokus pada pembangunan karakter serta kesiapan menghadapi tantangan hidup. (f1/sb)