RSUD dr Murjani Sampit Terapkan Sistem Pindai Wajah dan Sidik Jari, Pasien Diminta Beradaptasi
SB, SAMPIT - RSUD dr Murjani Sampit mulai menerapkan sistem pindai wajah (face recognition) dan sidik jari bagi peserta BPJS Kesehatan di layanan Poliklinik Rawat Jalan. Meski teknologi ini ditujukan untuk mempercepat pelayanan, penerapannya masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.
Kepala Instalasi Poliklinik Rawat Jalan, dr. Damayanti Tangidi, menjelaskan bahwa kendala utama bukan terletak pada peralatan, melainkan pada minimnya pemahaman pasien terhadap sistem baru ini.
“Kendala kita saat ini, pasien belum terbiasa menggunakan alat. Kalau dari sisi peralatan, sejauh ini berjalan lancar. Saya yakin, kalau sudah terbiasa pasti akan lebih mudah,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).
Menurutnya, sistem ini justru dirancang untuk mempercepat proses layanan. Bagi pasien yang sudah mendaftar secara online melalui aplikasi Mobile JKN, proses verifikasi hanya memakan waktu kurang dari satu menit. Namun, masalah muncul saat ada pasien yang belum mendaftar online atau tidak membawa telepon genggam.
“Ini yang membuat antrean menjadi lambat. Ada pasien yang belum daftar online, minta dilayani cepat, atau tidak membawa HP. Ini memperlambat proses pemindaian,” jelasnya.
Untuk itu, dr. Damayanti mengimbau agar keluarga pasien yang mendampingi bisa mengajari penggunaan ponsel pintar, terutama untuk mendaftar antrean melalui aplikasi resmi BPJS Kesehatan.
“Rumah sakit tidak ada niatan mempersulit. Ini adalah kebijakan dari BPJS Kesehatan, dan kami hanya mengikuti prosedur. Awalnya memang terasa sulit, tapi lama-kelamaan masyarakat akan terbiasa,” katanya.
Ia juga menyebut masih banyak pasien BPJS yang rutin berobat namun belum paham tata cara pendaftaran online. Meski demikian, pihak rumah sakit telah menugaskan petugas untuk membantu mengedukasi dan membimbing pasien secara langsung.
“Ada pasien yang sudah sering berobat tapi belum tahu cara daftar online. Kami bantu. Petugas kami siap mengajari sampai mereka bisa,” tambahnya.
dr. Damayanti mengingatkan bahwa untuk poli-poli tertentu dengan jumlah kunjungan tinggi, sebaiknya pasien mendaftar jauh-jauh hari secara online agar bisa mendapatkan nomor antrean lebih awal.
“Pasien tetap harus mendaftar lewat aplikasi JKN, kemudian saat tiba di rumah sakit tinggal melakukan pindai wajah dan sidik jari. Kami yakin, lambat laun masyarakat akan terbiasa dengan sistem ini,” pungkasnya. (f1/sb)