seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Tongkang Angkut Bauksit Tabrak Lanting Warga di Kotim

by Redaksi - Tanggal 16-10-2025,   jam 07:36:24
Tangkapan layar tongkang pengakut bauksit saat menabrak lanting warga di Dusun Tewah, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Kotim. Tangkapan layar tongkang pengakut bauksit saat menabrak lanting warga di Dusun Tewah, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Kotim.

SB, SAMPIT - Sebuah video memperlihatkan satu unit kapal tongkang pengangkut bauksit menghantam tiga lanting di Sungai Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Dusun Teluk Tewah, Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, pada Selasa (14/10/2025) sore.

Insiden tersebut membuat warga panik, karena sempat merekam momen detik-detik terjadinya peristiwa tersebut.

Kepala Desa Luwuk Bunter, Kurnainnoor, mengatakan, insiden itu bermula ketika kapal tongkang keluar dari Sungai Cempaga dan mengalami gangguan pada mesin tugboat yang menariknya.

"Kayaknya dari mesin tugboat itu ada mengalami trouble, jadi mesinnya mati. Karena mati itu, tongkangnya tidak bisa dikendalikan, sehingga menabrak lanting di daerah Dusun Teluk Tewah,” jelas Kurnainnoor, Kamis (16/10/2025).

Akibat kejadian tersebut, tiga lanting atau bangunan terapung milik warga setempat mengalami kerusakan.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun sejumlah fasilitas di atas lanting dilaporkan rusak. 

“Kemarin kami cek, ada tiga lanting yang memang kena,” tambahnya.

Kurnainnoor mengungkapkan, pihak perusahaan pemilik tongkang langsung turun ke lokasi sekitar satu jam setelah kejadian.

Petugas pemantau alur pelayaran juga datang untuk memeriksa kondisi dan melakukan pendataan kerusakan.

“Langsung dimusyawarahkan, diadakan ganti rugi sesuai kesepakatan dengan pihak perusahaan,” ujarnya.

Menurutnya, perbaikan terhadap lanting yang rusak sudah dilakukan pada sore hari setelah insiden.

Material dan peralatan perbaikan dikirim langsung ke lokasi, dan warga pemilik lanting turut dilibatkan dalam proses perbaikan.

"Jadi orang sana juga yang punya lanting yang memperbaiki, sekalian diberikan upah langsung,” jelas Kurnainnoor.

Ia menyebutkan, kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi di wilayah Dusun Teluk Tewa.

“Kalau di daerah Sungai Muntaya, tempat kejadian itu, baru kali ini terjadi. Biasanya jarang, karena sungainya lebar. Ini murni karena mesin tongkang mengalami gangguan,” katanya.

Meski begitu, Kurnainnoor mengakui peristiwa serupa pernah terjadi di wilayah lain di Kecamatan Cempaga.

Namun, setiap kali terjadi insiden, perusahaan selalu bersikap kooperatif dan bertanggung jawab.

“Selama ini kalau ada kejadian seperti itu, pihak perusahaan langsung datang dan mengganti kerusakan. Jadi tidak pernah ada masalah,” pungkasnya. (f1/sb)