Sawadi Ali, ayah korban saat menggendong jasad anaknya yang meninggal dunia. (FOTO:ISTIMEWA)
SB, SAMPIT - Polisi menyatakan tengah mendalami kasus bocah yang Sofi (5) yang meninggal karena terjatuh dari kapal penyeberangan terjepit diantara kapal dan juga dermaga, Selasa (21/10/2025) lalu.
"Sementara masih proses penyelidikan," Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, Kamis (23/10/2025).
Resky mengatakan, jika kasus yang ditangani oleh Sat Polairud Polres Kotim tersebut masih dilakukan pendalaman terkait dugaan kelalaian sampai menyebabkan bocah yang masih duduk di bangku Taman kanak-kanak itu terjatuh.
Resky juga mengungkapkan jika telah melakukan himbauan terhadap para pengelola kapal penyeberangan terkait keselamatan para penumpang kapal.
"Kami juga sudah melakukan himbauan kepada pengelola untuk memperhatikan hal-hal yang menyangkut keselamatan para penumpang," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Korban yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) diketahui merupakan anak dari Sawadi Ali, seorang guru ngaji di Kecamatan Mentaya Seberang.
Ketika dikonfirmasi, Dwi Khusendro, Camat Seranau, membenarkan kejadian tersebut.
"Benar. Korban terpeleset dari kapal feri dan terjatuh ke sungai Mentaya," kata Dwi.
Ia menerangkan, pada saat kejadian tersebut warga yang berada di sekitar lokasi kejadian berusaha menolong korban.
Namun, upaya yang dilakukan oleh mereka tak berhasil menyelamatkan nyawa anak tersebut. Bocah tersebut meninggal dunia karena mengalami luka pada bagian kepala akibat terjepit antara badan kapal dan dermaga.
"Korban mengalami luka parah di bagian kepala karena terjepit kapal dan dermaga sehingga meninggal dunia," ujarnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian khusus serta mengingatkan orang tua agar terus memperhatikan dan juga mengawasi anak-anak khususnya yang berada di sekitar perairan.
"Kejadian ini menjadi pengingat orang tua untuk mengawasi keselamatan anak-anak yang bermain baik di area penyebrangan maupun berada di sekitar sungai," pungkasnya. (f1/sb)