Lewati ke konten utama
Provinsi

10 Tahun Bergantung Hidup dengan Bertanam Sayur

Redaksi 24-01-2023, 09:16 WIB 2 menit baca
PANEN : Bapak Jainal bersama istri saat memanen sayur di Jalan Rajawali, Kota Palangka Raya. (FOTO:SYAHYUDI)
PANEN : Bapak Jainal bersama istri saat memanen sayur di Jalan Rajawali, Kota Palangka Raya. (FOTO:SYAHYUDI)

SB, PALANGKA RAYA - Suasana hari ini begitu cerah di Kota Palangka Raya. Dimana sewaktu aku melintas Jalan Rajawali tiba-tiba terfokus pada sebuah lahan pertanian yang begitu indah dengan sayur kembang kol diatasnya.

Dengan menunggangi kuda besi setiap hari mengantar aku kemana-mana, aku pun masuk keperkebunan seluas 54x84 M, dengan sederet tanaman kol yang berbaris sangat rapi memanjang diatas tanah tersebut, Senin (23/1/2023).

Setelah turun dari motor kulihat pasangan suami istri berada di pinggir perkebunan, kulihat mereka tengah memetik hasil panen sayur kol dengan raut wajah dua orang tersebut penuh semangat meski badan sudah tidak muda lagi, seraya dengan memulai pembicaraan aku pun bertanya "Bapak sudah lama bekerja disini," tanyaku.

"Sudah hampir 10 tahun tahun silam, bapak sudah menggarap sendiri tanah seluas 54x84 M ini, mulai dari tanah yang hanya tanah berbahan granit, bapak mulai garap dengan alat seadanya hanya dengan modal cangkul. Ditanam berbagai macam tanaman, mulai sayur kol, jagung, cabe dan sayuran lain," ucap bapak Jainal sapaan yang akrab di telinga masyarakat.

Menurut bapak Jainal dirinya menggarap tanah tersebut dibantu dengan sang istri bernama ibu Hartini, merawat tanaman hingga bisa menghasilkan sayur-sayuran diatas tanah tersebut, terlebih lagi tanah yang mereka garap bukan tanah milik mereka karena mereka diminta menggarap tanah tersebut dan diminta menjaga, tidak hanya itu pemilik tanah tidak meminta bagi dari hasil tanaman tersebut.

"Tanah ini bukan milik kami, karena pemiliknya meminta untuk menjaga dan merawat tanah ini, lalu kami berinisiatif membuat kebun dan alhamdulillah hasilnya hingga sekarang dan kami pernah mau berbagi hasil tapi pemilik tidak minta hasil tanaman ini. Dia berkata ini punya bapak hasil punya bapak jerih payah bapak, hak bapak saya tidak tidak minta apa-apa," imbuhnya.

Kalau sayuran sendiri, pemasarannya orang langsung datang kesini langsung memilih sayuran karena kalau dari sini mereka bisa memilih sayuran yang masih segar.

"Kalau hasil sendiri alhamdulillah mas ada aja buat kebutuhan sehari-hari, karena kita kalau saat ini tinggal cuman berdua dengan istri, dua anak saya sudah berkeluarga semua dan tinggal bersama keluarga mereka. Jadi kami menikmati hasil kebun berdua dengan istri, disyukuri aja mas karena hidup ini kalau kita mensyukuri insya allah rezeki akan lancar," ungkapnya. (yud/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard