Antrian Pasien Cuci Darah di RSUD dr Murjani Sampit Meningkat, Didominasi Usia Produktif
SB, SAMPIT – Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, Yulia, mengungkapkan bahwa jumlah pasien yang antre untuk mendapatkan layanan hemodialisa (HD) atau cuci darah mengalami peningkatan signifikan. Jika pada bulan Agustus tercatat sebanyak 273 pasien, maka pada September jumlahnya meningkat menjadi 356 pasien.
“Terkait HD ini, antrian saat ini sekitar 356 pasien. Pasien berisiko HD meningkat terutama di usia produktif. Mereka merupakan pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau gagal ginjal yang membutuhkan perawatan hemodialisa secara rutin,” kata Yulia, Selasa (4/11/2025).
Yulia menjelaskan, setiap sesi hemodialisa untuk pasien baru memerlukan waktu antara 3 hingga 5 jam, sedangkan untuk pasien rutin berlangsung sekitar 5 jam setiap kali tindakan.
“Total pasien HD di RSUD dr Murjani sebanyak 907 orang. Dari jumlah tersebut, 551 pasien sudah terlayani, sementara 356 pasien masih menunggu giliran. Kami memiliki 12 mesin HD reguler, namun yang beroperasi 11 unit, sedangkan 1 unit khusus disiapkan untuk kondisi darurat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yulia menyebutkan bahwa rata-rata rumah sakit melayani 300 hingga 500 tindakan cuci darah setiap bulan. Sementara itu, dalam satu hari pihaknya mampu menangani 13 hingga 15 pasien, termasuk pasien reguler dan pasien akut.
Meskipun jumlah pasien terus meningkat, pihak RSUD dr Murjani Sampit berkomitmen untuk memaksimalkan pelayanan dan berupaya memenuhi kebutuhan pasien hemodialisa yang tidak dapat ditunda.
“Karena itu, kami sangat bersyukur dengan adanya penambahan mesin hemodialisa. Pasien HD tidak bisa ditunda untuk menjalani cuci darah, jadi ketersediaan alat sangat penting untuk mempercepat layanan,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Yulia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan ginjal dengan menerapkan pola hidup sehat.
“Hindari konsumsi minuman kemasan yang dapat mengganggu fungsi ginjal. Perbanyak minum air putih minimal dua liter per hari,” tegasnya. (f1/sb)