seputarborneo.news@gmail.com

082152561188

Rizky : Masalah Pemasaran Salah Satu Kendala Dihadapi Petani Kopi

by Redaksi - Tanggal 24-01-2023,   jam 06:30:46
Plt. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng H. Rizky R. Badjuri. FOTO : SYAHYUDI

SB, PALANGKA RAYA - Plt. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng H. Rizky R. Badjuri mengatakan, sejauh ini petani kopi di Kalimantan Tengah sendiri tentunya ada, tapi saat ini masalahnya masih bingung terkait tempat untuk pemasaran.

“Sebab tidak mungkin, petani sudah berusaha dalam menanam kopi, dan tiba musim panen malah bingung kemana harus menjual hasil kopi tersebut,” ucap Rizky R Badjuri, Selasa (24/1/2023).

Lanjutnya, karena petani ini harus ada pegangan, jangan sampai mereka menanam kopi, tidak ada tempat menjualnya dan ini yang saat ini masih diusahakan oleh Dinas Perkebunan Kalteng.

“Kalau dibilang produksi kopi daerah kita disini ada beberapa jenis, baik itu kopi robusta, ada kopi arabika, cuman masalah yang dihadapi trend pasar masih bingung untuk pengemasannya seperti apa, terus marketnya seperti apa dimana dan sebagainya,” tulisnya.

Rizky juga berharap, hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan, dan Kalteng sebagai penyangga IKN, tanaman otomatis yang ada di Kalteng, akan mampu mendongkrak dan dibutuhkan untuk hasilnya sendiri tinggal tunggu saatnya.

“Adapun untuk luas kebun kopi yang ada di Kalteng sendiri berjumlah 2.366 Ha dengan penyebaran di 5 kabupaten terluas adalah Kabupaten Kapuas 488,56 Ha. Kemudian Pulang Pisau 408 Ha, Kotawaringin Barat 293,15 Ha, Kotawaringin Timur 289,61 Ha, dan Murung Raya 273,89 Ha," lanjutnya. 

“Kita berharap, para petani kopi ini bisa memiliki tempat untuk pemasaran di daerah Kalteng, agar saat panen tiba mereka tidak bingung saat ini,” ungkapnya. (ya)