Bupati Kapuas HM. Wiyatno melepas keberangkatan Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-XXXIII Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Kapuas Tahun 2025, pada Rabu (12/11/2025). FOTO; FADLI/SB
SB, KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas HM. Wiyatno secara resmi membuka dan melepas keberangkatan Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-XXXIII Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Kapuas Tahun 2025, di Ruang Rapat Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kapuas, Selasa (12/11/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri Perwakilan Forkopimda, para kepala perangkat daerah, pengurus LPTQ, pelatih, pendamping, peserta kafilah, serta tamu undangan lainnya.
Ketua LPTQ Kabupaten Kapuas, Suwarno Muriyat, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah kafilah yang diberangkatkan tahun ini sebanyak 75 orang, terdiri dari 45 peserta dan 30 orang official, pelatih, serta pendamping.
Dimana Kafilah Kapuas akan berpartisipasi dalam berbagai cabang musabaqah yang meliputi seni baca Al-Qur’an, tahfizh, qira’at, tafsir, syarhil, fahmil, karya tulis ilmiah, serta kaligrafi Al-Qur’an.
"Sebelum keberangkatan, LPTQ Kapuas telah melaksanakan pembinaan intensif bagi para peserta pada 30 Oktober hingga 2 November 2025 di Hotel Fovere Kuala Kapuas, menghadirkan empat pelatih dari Dewan Hakim MTQ Provinsi Kalimantan Tengah dan lima pelatih dari Dewan Hakim Kabupaten Kapuas," ujar Suwarno.
Lanjutnya, sebagai persiapan akhir, LPTQ juga menggelar Training Centre (TC) pada 11–13 November 2025 di tempat yang sama. Selain itu, enam pelatih asal Kapuas juga dipercaya menjadi Dewan Hakim MTQH XXXIII Provinsi Kalimantan Tengah di Kota Muara Teweh.
"Kafilah Kabupaten Kapuas dijadwalkan berangkat ke Muara Teweh pada Kamis siang, 13 November 2025, dan diperkirakan tiba pada malam hari. Selain peserta dan pelatih, tim mobil hias LPTQ Kapuas juga akan turut serta dalam Pawai Ta’aruf dan Pameran MTQ di ajang provinsi tersebut," tandasnya.
Sementara Bupati Kapuas HM. Wiyatno menegaskan pengembangan Tilawatil Qur’an merupakan bagian penting dalam membangun generasi Qur’ani di daerah.
"Lembaga Tilawatil Qur’an bukan hanya bertugas menyiapkan peserta untuk lomba, tetapi juga menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan. Seni budaya Islam adalah bagian dari kekayaan bangsa yang perlu kita angkat agar lebih dikenal masyarakat," ucap Bupati.
Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas untuk terus mendukung kegiatan keagamaan serta memperkuat kebersamaan antarorganisasi yang berperan dalam pembinaan umat.
"Kita jangan berpangku tangan. Setiap daerah, dari desa hingga kabupaten, harus berperan aktif dalam menggali potensi dan mencari bakat generasi muda agar dapat menjadi duta terbaik daerah," ujarnya.
Bupati berharap agar LPTQ Kapuas dapat menjadi mitra moral pemerintah dalam menyampaikan pesan dakwah Islamiah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta melestarikan seni dan budaya Islam di masyarakat.
"Saya mengapresiasi pengurus LPTQ Kapuas yang telah melakukan pelatihan secara komprehensif. Semoga ilmu yang diberikan para pelatih dapat diserap dengan baik oleh peserta dan meningkatkan kemampuan mereka," tegasnya.
Bupati Kapuas memberikan tiga pesan penting kepada seluruh kafilah, antara lain Jaga kesehatan dan kekompakan, junjung tinggi sportivitas, jadilah duta terbaik bagi Kabupaten Kapuas.
"Serta tampilkan kemampuan terbaik untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah," pesan Bupati. (f4/sb).