Tumpukan Sampah di Jalan Sawit Raya Dikeluhkan Warga, Lokasi Pembuangan Ditutup
SB, SAMPIT – Tumpukan sampah yang terus menggunung di Jalan Sawit Raya, Kelurahan Pasir Putih, kembali dikeluhkan warga. Menanggapi hal tersebut, Lurah Pasir Putih, Zainal Arifin, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan armada khusus untuk mengangkut sampah rumah tangga di wilayah tersebut selama lima hari terakhir.
Pengangkutan menggunakan dump truck menuju TPA Km 14 itu dilakukan sebagai langkah penanganan sementara setelah lokasi pembuangan liar kembali dipenuhi sampah.
“Kami sudah berkali-kali memberikan informasi kepada masyarakat mengenai penutupan lokasi pembuangan ini. Namun faktanya, banyak sampah justru berasal dari luar wilayah Sawit Raya. Mereka membuang sampah saat subuh atau malam,” ujar Zainal, Rabu (3/12/2025).
Menurutnya, lokasi pembuangan liar tersebut awalnya berada di depan Kantor Musirawas, kemudian dipindahkan ke dekat Masjid, dan akhirnya ke lokasi terakhir yang merupakan tanah hibah warga serta kini menjadi aset daerah.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebelumnya masih melakukan pengangkutan 2–3 kali dalam seminggu, tetapi tidak lagi sanggup menangani volumenya. Sekitar empat bulan lalu, pihak kelurahan dan DLH sempat melakukan pembersihan total, namun sampah kembali menumpuk.
Sebagai upaya pencegahan, kelurahan berencana melakukan penjagaan sementara di lokasi tersebut.
“Ada tanah yang dihibahkan masyarakat dan dijadikan aset pemerintah daerah. Kami berharap ke depan bisa dibangun depo sampah, karena pengangkutan yang saat ini kami lakukan memerlukan biaya besar,” tegas Zainal.
Sementara itu, Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 (PSLB3) DLH Kotim, Mentaya L. Gaol, menegaskan bahwa pihaknya bersama kelurahan, UPTD, dan forum RT sepakat menutup lokasi tersebut secara permanen.
“Kami dulu sudah pernah siapkan kontainer, tapi kesadaran masyarakat masih kurang. Mereka tetap membuang sampah di luar kontainer. Sudah pernah dibersihkan, tapi karena keterbatasan alat, tumpukan ini terjadi lagi,” jelasnya.
Untuk penanganan jangka pendek, DLH berencana membuat lubang untuk menimbun sampah, yang nantinya akan ditutup kembali dengan tanah. Sedangkan solusi jangka panjang yang telah disepakati adalah pembangunan TPS 3R.
“Kami berharap dukungan anggota dewan agar tahun depan TPS 3R bisa dianggarkan. Memang zonasi ketercakupan depo sampah untuk wilayah ini masih kurang,” pungkasnya. (f1/sb)