Motoprix Kotim Open Race 2025 menjadi bukti keseriusan IMI Kotim dalam mengembangkan talenta-talenta lokal. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, SAMPIT - Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Kotim, Angga Aditya Nugraha, mengatakan, even Motoprix Kotim Open Race 2025 menjadi bukti keseriusan IMI Kotim dalam mengembangkan talenta-talenta lokal.
Dengan adanya even ini IMI Kotim bisa mendapatkan bakat-bakat yang terpendam di Kotim khususnya pembalap yang umurnya dibawah 17 tahun.
"Saat ini memang kami krisis SDM untuk atlet di bawah under 17 tahun dan Alhamdulillah di bawah 16 tahun hari ini ada yang juara dan itu dari lokal", kata Angga Aditya Nugraha,” ujarnya.
Sebagai mana mestinya even ini juga menjadi penjaringan pembalap untuk persiapan menghadapi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng 2026.
Ia menilai Porprov makin dekat, pihaknya juga butuh wadah untuk melatih atlet Kotim Road Race ini salah satu instrumen penting untuk pembinaan. "Seperti yang kita lihat hasilnya, Alhamdulillah mayoritas yang juara itu merupakan dari lokal. Jadi ada pos-los yang memang kita harus support mereka untuk menghadapi Porprov 2026,” Sebut Angga.
Searah dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotim yang saat ini tengah melakukan penjaringan atlet untuk persiapan menghadapi Porpov Kalteng 2026 mendatang.
Ketua KONI Kotim, Alexius Esliter mengatakan, melalui even Motoprix Kotim Open Race 2025 ini sebagai salah satu persiapan sejumlah atlet balap motor.
"Kegiatan ini juga salah satunya menseleksi atlet-atlet balap motor untuk persiapan menghadapi Porprov Kalteng 2026 mendatang,” kata Alexius.
Dengan persiapan matang dan latihan berkelanjutan, diharapkan para pembalap Kotim mampu memberikan hasil terbaik dalam membawa nama Kotim. Ia mengapresiasi kegiatan road race dengan melihat antusias dari peserta lomba dan masyarakat Kotim yang sangat luar biasa.
"Dan ini memang luar biasa, antusias penggemar road race terbukti yang mengikuti lomba ini ada yang dari luar pulau Kalimantan,” tuturnya.
Ia berharap event-event seperti ini ke depan terus berkelanjutan tapi dengan catatan tidak dilaksanakan kembali di tempat yang sama namun bisa mempunyai sirkuit yang permanen.
"Kita harapkan ke depan sudah ada venue, tempat resmi yang lebih layak. Sikrkuit di Kotim itu sudah ada, tinggal dimaksimalkan pembangunannya saja. Tapi itu bukan kewenangan kita tapi dari Dispora. KONI disini cuma membina, melatih, dan menyiapkan atlet,” pungkasnya. (f1//sb)