seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Api Lahap 8 Hektare Lahan Gambut di Jalan Sawit Raya

by Redaksi - Tanggal 29-01-2026,   jam 11:56:21
Kebakaran hutan dan lahan di Jalan Sawit Raya.

SB, SAMPIT - Asap tipis mulai membumbung di kawasan Jalan Sawit Raya, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan MB Ketapang, Rabu (28/1/2026) siang.

Perlahan namun pasti, api menjalar di bawah permukaan tanah gambut, menghanguskan lahan dan memicu kepanikan warga sekitar.

Laporan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu diterima BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur sekitar pukul 14.45 WIB melalui grup komunikasi internal.

Tak berselang lama, Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 15.24 WIB.

Di lapangan, petugas dihadapkan pada medan yang tak mudah. Lahan gambut yang kering dengan ketebalan mencapai 60 hingga 80 sentimeter membuat api sulit dijinakkan. Meski permukaan terlihat padam, bara masih menyala di dalam tanah.

“Kondisi lahan gambut menjadi kendala utama. Api merambat di bawah permukaan, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk pemadaman,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, Kamis (29/1/2026).

Selama hampir dua jam, petugas gabungan BPBD Kotim dan Manggala Agni Sampit berjibaku dengan api.

Selang-selang digelar, pompa air dinyalakan, sementara pesawat nirawak diterbangkan untuk memantau sebaran titik api agar tidak meluas ke area lain.

Namun, saat matahari mulai condong ke barat dan cahaya semakin meredup, upaya pemadaman harus dihentikan sementara.

“Hingga pukul 17.10 WIB, api belum sepenuhnya padam. Tim terpaksa kembali ke posko karena kondisi sudah gelap dan berisiko,” jelas Multazam.

Akibat kejadian ini, lahan seluas kurang lebih 8 hektare dilaporkan terbakar. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

BPBD Kotim pun kembali mengingatkan masyarakat, khususnya pemilik kebun, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terlebih di tengah cuaca yang mulai kering.

BPBD juga mencatat sejumlah kebutuhan mendesak di lapangan, mulai dari pasokan BBM hingga unit serba guna untuk pemadaman di wilayah gambut, guna mengantisipasi potensi kebakaran lanjutan.

Saat senja menutup langit Sampit, bara di dalam tanah masih menyimpan ancaman. BPBD Kotim memastikan kesiapsiagaan tetap ditingkatkan, seraya berharap tidak ada lagi titik api baru yang muncul di wilayah tersebut. (f1/SB)