Pelaku AJ, terduga pelaku penipuan dengan modus menyamar sebagai petugas pangkalan gas Elpiji di Kota Palangka Raya. (FOTO:ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA – Pelarian seorang pria berinisial AJ (32) berakhir di tangan jajaran Unit Reskrim Polsek Pahandut. Warga Kecamatan Jekan Raya ini diringkus di salah satu kos di daerah Bukit Raya, setelah diduga melakukan serangkaian aksi penipuan dengan modus menyamar sebagai petugas pangkalan gas Elpiji di Kota Palangka Raya.
Kapolsek Pahandut, AKP Iyudi Hartanto, STK, SIK, menjelaskan bahwa tersangka kini ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.
“Aksi pelaku cukup licin. Salah satu korban tertipu pada Sabtu (28/2/2026) di Kelurahan Langkai. Pelaku menawarkan gas Elpiji 3kg dengan harga lebih murah, bahkan mengajak korban ke pangkalan resmi seolah-olah bagian dari manajemen,” ungkap AKP Iyudi.
Setelah korban percaya, AJ meminta uang tunai sebesar Rp1.500.000 untuk pembelian 20 tabung gas dengan janji barang akan diantar ke rumah. Namun, barang tak kunjung datang, dan pangkalan resmi menegaskan tidak mengenal pelaku.
Kasus ini mencuat setelah korban mengunggah kejadian tersebut di media sosial. Unggahan itu memicu korban lain bersuara, hingga tercatat 14 orang menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp11.815.000 sejak 2025 hingga awal 2026.
Polisi mengungkap bahwa AJ bukan pemain baru dalam dunia kriminal. Ia merupakan residivis yang sudah berulang kali dipenjara atas berbagai kasus hukum. Dari hasil pemeriksaan sementara, uang hasil penipuan digunakan untuk kebutuhan pribadi dan bermain judi online.
Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku saat beraksi, antara lain 4 tabung gas 3kg warna hijau, 1 unit sepeda motor Honda Scoopy warna merah muda (KH 6107 ACU), 1 unit ponsel Redmi Note 60 warna voyage blue, dan Helm dan pakaian yang digunakan pelaku saat terekam CCT.
AJ kini dijerat Pasal 492 KUHP terkait penipuan. Polisi mengimbau warga Palangka Raya yang merasa menjadi korban untuk segera melapor ke Polsek Pahandut, karena jumlah korban diprediksi masih dapat bertambah. (sb)