Wakil Ketua DPRD Kotim, Juliansyah
SB, SAMPIT – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Juliansyah, mengimbau calon jemaah umrah maupun biro travel di Kotawaringin Timur untuk sementara menunda keberangkatan ke Tanah Suci.
Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya eskalasi konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang berdampak pada penutupan sejumlah ruang udara serta terganggunya jadwal penerbangan internasional di kawasan Timur Tengah.
“Kami mengimbau masyarakat agar menunda dulu perjalanan umrah. Kita harus menunggu sampai kondisi dipastikan aman,” ujar Juliansyah saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).
Ia menegaskan keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama. Calon jemaah diminta mengikuti arahan resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
“Calon jemaah umrah agar mengikuti arahan resmi dari Kementerian Haji dan tidak mengambil risiko,” tegasnya.
Penundaan keberangkatan dianggap langkah antisipatif untuk meminimalisir potensi risiko, terutama yang berkaitan dengan keamanan dan jadwal penerbangan. Imbauan ini juga ditujukan kepada seluruh biro travel penyelenggara umrah di Kotim agar meninjau kembali jadwal keberangkatan sampai situasi dinyatakan kondusif.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kotim, Tiariyanto, memastikan 40 jemaah asal Kotim yang saat ini berada di Arab Saudi dalam kondisi aman. Mereka berangkat pada 22 Februari 2026 dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 4 Maret 2026.
“Alhamdulillah, jemaah kita yang saat ini berada di Tanah Suci dalam kondisi aman,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan imbauan dari kementerian pusat melalui Wakil Menteri agar calon jemaah yang belum berangkat mempertimbangkan penundaan perjalanan hingga situasi di kawasan Timur Tengah kembali normal. (sb/*)