seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Maraknya Pencurian Sawit di Kotim, Polisi Tangkap Pelaku Hampir Setiap Pekan

by Redaksi - Tanggal 04-04-2026,   jam 11:45:47
Terduga pelaku pencurian sawit yang ditangkap parat kepolisian. (FOTO:ISTIMEWA) Terduga pelaku pencurian sawit yang ditangkap parat kepolisian. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Pencurian buah kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menjadi momok bagi perusahaan perkebunan dan masyarakat. Jajaran Polres Kotim mencatat, hampir setiap pekan ada pelaku pencurian yang berhasil ditangkap dari berbagai lokasi perkebunan, termasuk PT Mulia Agro Permai (MAP) Barat, Desa Penyang, Kecamatan Telawang.

Terbaru, polisi mengamankan SM (47), terduga pelaku yang membawa 31 janjang buah sawit seberat sekitar 500 kilogram, Rabu (1/4/2026) di Blok A25 Divisi I Estate MAP Barat. Dua rekannya berhasil melarikan diri dan masih menjadi buronan.

Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas AKP Edy Wiyoko mengatakan, bahwa maraknya pencurian sawit menjadi perhatian serius karena dilakukan hampir setiap minggu di beberapa areal perkebunan.

“Hampir setiap pekan kami menerima laporan pencurian sawit dan berhasil mengamankan pelaku,” ujar Edy, Sabtu (4/4/2026).

Barang bukti dari kasus terbaru berupa 31 janjang sawit senilai sekitar Rp 1,78 juta telah diamankan. Pelaku dijerat Pasal 107 huruf d Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan juncto Pasal 20 huruf c dan/atau Pasal 477 ayat (1) huruf g Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Menurut Edy, rendahnya pengawasan di beberapa area kebun dan tingginya harga sawit mendorong maraknya pencurian. Pihak kepolisian bersama manajemen perusahaan terus meningkatkan patroli rutin, memasang pos pengamanan strategis, dan mendorong pemanfaatan CCTV serta teknologi pemantauan di lokasi rawan.

“Kami mengimbau masyarakat dan pekerja perkebunan untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan. Penangkapan pelaku hampir setiap pekan menunjukkan keseriusan polisi menindak pencurian sawit dan menjaga keamanan tetap kondusif,” tegas Edy.

Kasus ini menjadi peringatan tegas bahwa aksi pencurian sawit tidak akan ditoleransi, dan pihak kepolisian berkomitmen terus menindak tegas demi keamanan. (f1/sb)