Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid memimpin langsung musyawarah bersama Pengurus Koperasi Karya Sehati Bayat di Desa Bayat, Kecamatan Belantikan Raya, pada Senin (06/04/2026). FOTO: HUMAS/SB
SB, NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten Lamandau terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan program Lamandau Terang 2026. Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid memimpin langsung musyawarah bersama Pengurus Koperasi Karya Sehati Bayat di Desa Bayat, Kecamatan Belantikan Raya, pada Senin (06/04/2026).
Musyawarah tersebut digelar sebagai respons pemerintah daerah terkait pembangunan tiang listrik yang melintas di area lahan kebun milik Koperasi Karya Sehati Bayat. Pemerintah hadir untuk memastikan proses pembangunan berjalan lancar tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Belantikan Raya, Pj Kepala Desa Bayat, Sekretaris Desa Bayat, perwakilan UP2K PLN Provinsi Kalimantan Tengah, perwakilan PT FLTI, pihak vendor, Sekdes Karang Besi, perwakilan Polsek Belantikan Raya serta masyarakat Desa Bayat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamandau terus mendorong percepatan program Lamandau Terang 2026.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Belantikan Raya.
"Pemkab Lamandau berkomitmen untuk mencapai target Lamandau Terang 2026. Kami hadir untuk memastikan setiap kendala di lapangan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan kesepakatan bersama," ujar Abdul Hamid.
Ia menambahkan, forum musyawarah ini menjadi wadah penting untuk menampung aspirasi seluruh pihak. Dalam pertemuan tersebut, setiap unsur diberikan ruang menyampaikan masukan, harapan, serta solusi demi terciptanya keputusan yang adil dan berkelanjutan.
Melalui pendekatan dialogis dan kekeluargaan, berbagai persoalan yang sebelumnya menjadi kendala dapat dibahas secara terbuka dan konstruktif. Selain itu, musyawarah ini juga menjadi langkah strategis untuk menjaga keharmonisan serta memperkuat sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
Dari hasil musyawarah tersebut, disepakati sejumlah poin penting sebagai langkah ke depan, baik dalam mendukung percepatan pembangunan listrik, pemberdayaan masyarakat, maupun penyelesaian persoalan lahan secara bijak dan berkelanjutan.(BY/SB)