seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Lomba Balogo Meriahkan Festival Budaya Kapuas, Puluhan Peserta Ambil Bagian

by Redaksi - Tanggal 07-04-2026,   jam 08:17:35
Festival Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung menggelar lomba permainan tradisional balogo, Selasa (7/4/2026).FOTO: FADLI/SB

SB, KUALA KAPUAS – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas dan Hari Jadi ke-75 Pemerintah Kabupaten Kapuas tahun 2026, Panitia Festival Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung menggelar lomba permainan tradisional balogo, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di area Stadion Panunjung Tarung, Jalan Maluku, tepat di depan Polsek Selat ini menjadi salah satu rangkaian festival budaya yang bertujuan melestarikan tradisi lokal sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat.

Selain balogo, festival ini juga menampilkan permainan tradisional khas Kalimantan Tengah lainnya, seperti tarung bagasing. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan banyaknya penonton yang memadati lokasi untuk menyaksikan jalannya perlombaan.

Dalam ajang tersebut, tercatat sebanyak 14 grup bagasing putra dan 4 grup bagasing putri turut ambil bagian. Para peserta berasal dari berbagai kecamatan serta kalangan pelajar yang menunjukkan kemampuan terbaik mereka

Sementara itu, jumlah peserta lomba balogo mencapai 53 orang, terdiri dari 37 peserta putra dan 16 peserta putri. Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa permainan tradisional masih diminati dan terus dilestarikan oleh masyarakat Kapuas.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kapuas, Budi Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan.

"Festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan dan menjaga warisan budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda," ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini, generasi muda semakin mengenal dan mencintai budaya daerah, sekaligus turut menjaga kelestarian tradisi di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan yang dipusatkan di Stadion Panunjung Tarung tersebut menjadi bukti nyata tingginya minat masyarakat terhadap permainan tradisional, sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal di Kabupaten Kapuas. (f4)