Personel Satlantas Polres Kotim memberikan imbauan kepada angkutan overload. (FOTO:ISTIMEWA)
SB, SAMPIT – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Regu II terus mengintensifkan patroli dan sosialisasi Kamseltibcar Lantas di sejumlah titik rawan pelanggaran, Selasa (14/4/2026) pagi.
Kegiatan ini menyasar berbagai potensi pelanggaran, mulai dari penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong), kendaraan over dimensi dan over loading (ODOL), hingga pencegahan anak di bawah umur mengendarai sepeda motor.
Adapun lokasi patroli dan sosialisasi meliputi Bundaran Belanga di Jalan Jenderal Sudirman, bengkel motor di Jalan Kapten Mulyono, serta ruas Jalan Kapten Mulyono yang kerap dilintasi kendaraan angkutan barang.
Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan imbauan secara humanis kepada pemilik dan mekanik bengkel agar tidak menjual maupun memasang knalpot brong. Selain melanggar aturan, penggunaan knalpot tersebut dinilai menimbulkan kebisingan dan berpotensi memicu konflik antar pengguna jalan.
Di lokasi berbeda, personel juga menyambangi para sopir truk untuk mengingatkan bahaya muatan berlebih. Kendaraan over load dan over dimensi tidak hanya mempercepat kerusakan infrastruktur jalan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, seperti rem blong.
Selain itu, edukasi keselamatan berkendara (safety riding) turut diberikan kepada masyarakat yang berada di sekitar Bundaran Belanga. Warga diimbau untuk tertib parkir, menggunakan helm berstandar SNI, serta tidak membiarkan anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasat Lantas AKP Hariyanto menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preemtif dan preventif guna menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Kami kedepankan edukasi humanis agar masyarakat sadar bahwa keselamatan adalah kebutuhan, bukan semata karena takut ditilang. Mari bersama wujudkan jalan raya yang aman dan nyaman untuk semua,” ujarnya.
Ia berharap melalui pendekatan langsung kepada bengkel, pengemudi, dan masyarakat umum, kesadaran serta budaya tertib berlalu lintas dapat terus meningkat di wilayah Kotim. (f1/sb)