seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Polres Kotim Selidiki Dugaan Grup LGBT di Medsos

by Redaksi - Tanggal 15-04-2026,   jam 01:01:54
Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain

SB, SAMPIT - Polres Kotawaringin Timur (Kotim) menanggapi beredarnya informasi terkait adanya grup di media sosial yang diduga memuat konten penyimpangan sesama jenis. Informasi tersebut disebut ramai diperbincangkan di salah satu grup Facebook di wilayah Sampit.

Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan pendalaman terhadap informasi tersebut dengan melibatkan berbagai unit terkait.

“Informasi ini tentu akan kami dalami. Tidak hanya Polri yang harus bergerak, tetapi juga seluruh instansi terkait,” ujar Kapolres Kotim, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, penanganan akan difokuskan pada kemungkinan adanya unsur tindak pidana, terutama jika melibatkan anak di bawah umur. Dalam hal ini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) turut disiagakan.

“Kita memiliki Unit PPA. Apabila dalam kasus ini ditemukan korban anak atau bentuk pelanggaran lainnya, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, Polres Kotim juga mengintensifkan patroli siber guna memantau aktivitas di media sosial, termasuk mendeteksi keberadaan grup-grup yang dianggap meresahkan masyarakat.

“Tim cyber patrol kami, baik dari Humas, Intel, maupun Reskrim, terus memantau perkembangan di media sosial. Informasi ini akan segera kami telusuri lebih lanjut,” jelasnya.

Resky turut mengapresiasi peran masyarakat yang telah memberikan informasi awal, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

“Kami ucapkan terima kasih atas informasi yang diberikan. Ini akan menjadi bahan bagi kami untuk melakukan langkah lanjutan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, di tengah dinamika global dan lokal saat ini, pihak kepolisian dituntut untuk lebih adaptif dalam memetakan potensi gangguan keamanan, termasuk yang muncul di ruang digital.

“Perlu adanya pemetaan dan scanning secara menyeluruh, baik ke dalam maupun ke luar, agar pelaksanaan tugas bisa berjalan maksimal,” pungkasnya. (f1/sb)