seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Hotspot Mulai Bermunculan, BPBD Kotim Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla

by Redaksi - Tanggal 07-05-2026,   jam 06:16:15
Pemberian arahan dalam pencegahan karhutla di wilayah Kotim. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Multazam, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus selalu dalam kondisi prima karena bencana dapat terjadi tanpa tanda-tanda.

Hal tersebut disampaikannya usai kegiatan Latihan Aplikasi Teritorial Sistem Blok Terpilih Penanggulangan Bencana Karhutla yang digelar Kodim 1015/Sampit, Kamis (7/5/2026).

“Bencana itu tidak memberi kabar. Karena itu kesiapsiagaan sumber daya harus selalu dalam kondisi prima,” kata Multazam.

Ia mengapresiasi langkah Kodim 1015/Sampit yang telah menginisiasi pelaksanaan latihan kesiapsiagaan karhutla di tengah status siaga bencana yang sudah diberlakukan di Kotim.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Dandim dan seluruh jajaran. Apa yang kita lakukan hari ini nantinya akan dievaluasi bersama, bagian mana yang masih kurang akan dilengkapi dan yang sudah baik akan terus ditingkatkan,” ujarnya.

Multazam juga menyampaikan apresiasi kepada Manggala Agni dan seluruh pihak yang terlibat dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia penanggulangan karhutla.

Menurutnya, menghadapi ancaman musim kering dan fenomena El Nino tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah maupun aparat keamanan.

“Pemerintah, TNI, Polri, dan dunia usaha tidak mungkin berdiri sendiri. Masyarakat juga merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla,” tegasnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan perkembangan cuaca, fenomena El Nino mulai menunjukkan peningkatan sejak Mei dengan indeks IOD mencapai angka 0,94. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal meningkatnya potensi karhutla di wilayah Kotim dan sekitarnya.

“Sudah empat hari tidak ada hujan. Itu menandakan mulai starting engine karhutla, karena hotspot sudah mulai muncul sejak kemarin dan seterusnya,” ungkapnya.

Meski demikian, Multazam berharap kondisi tersebut tidak membuat masyarakat panik, melainkan semakin memperkuat kolaborasi seluruh elemen dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Ia juga menilai kegiatan latihan yang digelar berjalan sangat baik karena melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, dunia usaha hingga instansi terkait lainnya.

“Kegiatan ini sangat baik. Keterlibatan Pak Dandim, Pak Danyon, dan teman-teman dunia usaha sangat optimal. Bahkan tadi skenario kegiatan sempat berubah di akhir acara sehingga seluruh peserta bisa terlibat langsung,” pungkasnya. (f1/sb)