seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Pangkas Daftar Tunggu, 20 Hemodialisa RSUD dr Murjani Sampit Dioperasikan

by Redaksi - Tanggal 14-05-2026,   jam 10:24:43
Ruang Hemodialisa RSUD dr Murjani Sampit

SB, SAMPIT - Beroperasinya 20 mesin hemodialisa (HD) di RSUD dr Murjani Sampit mulai memberikan dampak positif terhadap pelayanan pasien cuci darah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Penambahan alat tersebut dinilai mampu meminimalisir antrean panjang pasien yang selama ini menunggu layanan hemodialisa.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani, dr. Candra E., mengatakan tingginya kebutuhan layanan HD terlihat dari jumlah antrean pasien yang terus bertambah setiap tahun.

“Kalau saya lihat datanya, angka antrean kita sudah mencapai 1.006 pasien. Dari jumlah itu, yang sudah terlayani atau sudah kami panggil untuk melakukan hemodialisa sekitar 723 pasien,” ujarnya, Kamis (14/5/2026)

Ia menjelaskan, masih terdapat sejumlah pasien dalam daftar tunggu yang belum mendapatkan giliran pelayanan.

Namun pihak rumah sakit tidak mengetahui secara pasti apakah pasien tersebut masih menunggu atau memilih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan lain.

“Masih ada sisa pasien yang belum kami panggil untuk pelayanan HD. Kami tidak tahu apakah mereka masih menunggu atau mungkin memilih melakukan pelayanan di tempat lain karena menunggu terlalu lama,” katanya.

Menurut dr. Candra, saat ini daftar antrean layanan hemodialisa di RSUD dr Murjani bahkan sudah mencapai sekitar 1.600 pasien. Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya kebutuhan layanan cuci darah, sementara sebelumnya rumah sakit hanya memiliki sekitar 10 hingga 12 mesin HD.

Lanjutnya, satu pasien umumnya membutuhkan waktu tindakan hemodialisa sekitar tiga hingga empat jam, tergantung kondisi kesehatan masing-masing pasien.

Olehnya itu pihaknya melakukan pelayanan yang terbagi dalam beberapa sesi, ada sesi pagi dan sesi berikutnya.

Penambahan mesin hemodialisa dilakukan secara bertahap sejak April hingga Mei 2026 melalui koordinasi dengan BPJS Kesehatan. Kini seluruh mesin tambahan tersebut sudah mulai dioperasikan.

“Dulu kita hanya punya sekitar 10 sampai 12 alat. Kemarin pada April dan Mei kami mengajukan penambahan alat ke BPJS, alhamdulillah sekarang sudah running menjadi 20 mesin. Otomatis ini membantu mengurangi antrean pasien yang sebelumnya cukup panjang,” pungkasnya. (f1/sb)