Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr Candra E.
SB, SAMPIT - Hipertensi masih menjadi penyakit yang paling banyak menyebabkan pasien menjalani rawat inap di RSUD dr Murjani Sampit selama periode Januari hingga Mei 2026. Selain penyakit tidak menular tersebut, kasus infeksi yang menyerang bayi dan anak-anak juga tercatat cukup tinggi.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr Candra E, mengatakan berdasarkan rekapitulasi data pasien, hipertensi menempati urutan pertama penyakit rawat inap dengan total 454 kasus.
"Kasus hipertensi masih mendominasi pelayanan rawat inap dan sebagian besar ditemukan pada kelompok usia lanjut," ujar Candra, Selasa (9/6/2026).
Dari total kasus hipertensi tersebut, sebanyak 300 pasien berasal dari kelompok usia di atas 50 tahun, sedangkan 150 pasien lainnya berusia 18 hingga 50 tahun.
Posisi kedua ditempati perawatan bayi baru lahir yang lahir melalui operasi sesar dengan jumlah 421 kasus. Rinciannya, 226 bayi laki-laki dan 195 bayi perempuan menjalani perawatan setelah proses persalinan.
Sementara itu, gastroenteritis dan kolitis akut atau muntaber berada di urutan ketiga dengan 350 kasus. Penyakit ini paling banyak menyerang balita, khususnya anak berusia di bawah dua tahun yang mencapai 185 pasien.
RSUD dr Murjani juga mencatat 275 kasus hiponatremia atau kondisi rendahnya kadar natrium dalam darah. Sebagian besar penderitanya merupakan kelompok usia lanjut.
Kasus pneumonia atau infeksi paru-paru menempati urutan berikutnya dengan 236 pasien rawat inap. Mayoritas penderita berasal dari kalangan balita dan anak-anak, menunjukkan bahwa infeksi saluran pernapasan masih menjadi ancaman serius bagi kelompok usia muda.
Selain itu, terdapat 225 kasus sepsis bakteri pada bayi baru lahir yang seluruhnya terjadi pada pasien berusia di bawah dua tahun dan memerlukan penanganan intensif selama masa perawatan.
Gangguan pencernaan berupa dispepsia atau gangguan lambung akut juga tercatat cukup tinggi, yakni sebanyak 222 kasus. Penyakit ini banyak ditemukan pada kelompok usia dewasa hingga lanjut usia.
Di sisi lain, penyakit tidak menular tetap menjadi penyumbang utama angka rawat inap. Diabetes melitus tipe 2 yang telah disertai komplikasi pembuluh darah tercatat sebanyak 216 kasus, sedangkan gangguan metabolisme protein plasma mencapai 207 kasus.
Adapun infark serebral atau stroke akibat penyumbatan pembuluh darah otak menempati urutan kesepuluh dengan jumlah 189 kasus.
Secara keseluruhan, selama lima bulan pertama tahun 2026, RSUD dr Murjani Sampit menangani 17.180 pasien rawat inap. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14.385 kasus berasal dari berbagai jenis penyakit lain di luar daftar 10 penyakit terbanyak.
Candra menilai data tersebut menunjukkan bahwa penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan stroke masih menjadi tantangan utama dalam pelayanan kesehatan. Namun tingginya angka kasus infeksi pada bayi dan anak juga perlu menjadi perhatian bersama.
"Data ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan penyakit, penerapan pola hidup sehat, serta deteksi dini sejak tingkat pelayanan kesehatan dasar agar kasus yang memerlukan perawatan di rumah sakit dapat ditekan," pungkasnya. (f1/sb)