seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Askab PSSI Kotim Tetap Berjalan Meski Kongres Pemilihan Ketua Definitif Ditunda

by Redaksi - Tanggal 23-06-2026,   jam 01:40:56
Plt Ketua Askab PSSI Kotim, M Yadi Plt Ketua Askab PSSI Kotim, M Yadi

SB, SAMPIT- Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Askab PSSI Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), M. Yadi Mu’at, memastikan roda organisasi sepak bola di daerah tetap berjalan normal meskipun hingga kini kongres pemilihan ketua definitif belum dapat dilaksanakan.

Menurut Yadi, penundaan tersebut merupakan kebijakan dari PSSI yang berlaku secara nasional bagi seluruh asosiasi anggota di Indonesia.

“Alhamdulillah sampai saat ini saya ditunjuk oleh Asosiasi PSSI Provinsi melalui surat yang dikeluarkan Ketua Asprov sebagai pelaksana tugas Ketua PSSI Kotawaringin Timur. Sejauh ini apa yang bisa saya laksanakan tetap berjalan,” ujar Yadi, Selasa (23/6/2026).

Ia menjelaskan, berbagai tugas organisasi tetap dijalankan, termasuk memberikan rekomendasi kepada klub atau tim yang akan mengikuti kompetisi tingkat provinsi maupun nasional.

“Kami tetap memberikan rekomendasi terhadap klub atau tim yang akan berlaga di tingkat nasional ataupun provinsi karena surat rekomendasi tersebut menjadi salah satu syarat yang diperlukan,” katanya.

Selain itu, Askab PSSI Kotim juga telah menyelesaikan proses seleksi pemain cabang sepak bola untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah.

“Sebagai Plt, saya juga sudah melaksanakan seleksi Porprov. Alhamdulillah nama-nama pemain sudah final dan tinggal didaftarkan ke KONI,” ungkapnya.

Yadi menegaskan, belum terlaksananya kongres pemilihan bukan hanya terjadi di Kotim, melainkan juga di seluruh Indonesia menyusul terbitnya Surat PSSI Nomor 6794/PGD/894/XII-2025 tentang Penundaan Kongres Biasa Pemilihan Asosiasi Anggota PSSI.

“Untuk kepengurusan Askab sejauh ini kita tidak bisa melaksanakan kongres karena berdasarkan surat dari PSSI yang memberitahukan adanya penundaan kongres biasa pemilihan asosiasi PSSI di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Dalam surat tersebut, PSSI menunda seluruh tahapan dan pelaksanaan kongres pemilihan Asprov maupun asosiasi anggota hingga waktu yang akan ditetapkan kemudian. Penundaan dilakukan karena beberapa pertimbangan, antara lain kondisi bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia, rencana revisi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), penguatan kerja sama lintas kementerian dan lembaga dalam pembinaan olahraga daerah, serta masih berlangsungnya sosialisasi Statuta PSSI Edisi 2025 dan Peraturan Organisasi PSSI Tahun 2025.

Yadi mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Asprov maupun PSSI pusat sambil menunggu petunjuk teknis terbaru terkait pelaksanaan kongres.

“Kami tetap akan berkoordinasi sampai nanti ada petunjuk teknis ataupun surat terbaru sehingga pelaksanaan kongres bisa dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Timur,” katanya.

PSSI juga disebut akan menerbitkan ketetapan terkait keberlangsungan organisasi bagi Asprov dan asosiasi anggota yang masa baktinya telah berakhir hingga terbentuk kepengurusan baru. Selain itu, akan dilakukan penyesuaian dan penyeragaman masa bakti kepengurusan sesuai Statuta PSSI Tahun 2025.

Lebih lanjut, Yadi mengungkapkan bahwa kepemimpinan organisasi melalui pelaksana tugas juga terjadi di sejumlah daerah lain di Kalimantan Tengah.

“Di Provinsi Kalimantan Tengah terdapat beberapa kabupaten yang juga dipimpin Plt, salah satunya Kotawaringin Timur, kemudian Katingan, Barito Selatan, Lamandau dan Sukamara,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan adanya perubahan mekanisme pemilihan Ketua Askab PSSI berdasarkan regulasi terbaru yang diterbitkan PSSI.

“Sebelumnya pemilihan ketua dilakukan melalui kongres oleh para voter atau pemilik suara. Namun berdasarkan aturan terbaru, proses pemilihan Ketua Askab atau PSSI di kabupaten dilakukan melalui penunjukan langsung oleh Ketua Asosiasi Provinsi PSSI masing-masing daerah,” jelasnya.

Meski demikian, hingga saat ini petunjuk teknis mengenai mekanisme tersebut masih belum diterima oleh Askab PSSI Kotim.

“Sampai sekarang juknis dan tata cara pelaksanaannya masih belum kami terima. Kita tunggu saja seperti apa mekanismenya. Kalau sudah ada, tentu akan segera dilaksanakan,” pungkasnya.

Sembari menunggu keputusan lanjutan dari PSSI pusat, Askab PSSI Kotim memilih fokus menjalankan program pembinaan sepak bola serta pelayanan organisasi guna menjaga keberlangsungan pembinaan atlet dan kompetisi di daerah (f1/sb)