Lewati ke konten utama
Provinsi

Anak Jadi Penyemangat Hidup, Lapas Sampit Jadikan HAN 2026 Momentum Perubahan Warga Bina

Redaksi 24-07-2026, 10:35 WIB 2 menit baca
WBP Lapas Sampit melaksanakan olahraga rutin.
WBP Lapas Sampit melaksanakan olahraga rutin.

SB, SAMPIT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit memanfaatkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 sebagai momen membangun harapan baru bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Melalui kegiatan tersebut, para warga binaan diajak menjadikan anak dan keluarga sebagai motivasi utama untuk berubah, memperbaiki diri, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

Peringatan HAN digelar melalui upacara di lapangan Lapas Kelas IIB Sampit, Jumat (24/7/2026), yang diikuti seluruh jajaran pegawai dan warga binaan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor SEK-UM.04.01-7 tentang pelaksanaan Upacara Hari Anak Nasional Tahun 2026.

Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, mengatakan Hari Anak Nasional bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga sarana membangun kesadaran bahwa setiap anak berhak tumbuh dengan kasih sayang, perlindungan, dan kehadiran orang tua yang mampu menjadi teladan.

"Momentum Hari Anak Nasional ini kami jadikan pengingat bagi seluruh warga binaan bahwa keluarga, terutama anak-anak, adalah alasan terbesar untuk berubah. Kami ingin mereka menjalani pembinaan dengan sungguh-sungguh agar dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik," kata Muhammad Yani.

Menurutnya, pembinaan di dalam lapas tidak hanya menitikberatkan pada aspek keamanan, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses tersebut adalah dukungan keluarga, karena perhatian dari anak dan orang terdekat mampu membangkitkan semangat warga binaan untuk menjalani masa pidana secara positif.

Yani menjelaskan, hubungan yang tetap terjaga antara warga binaan dan keluarganya menjadi bekal penting dalam proses reintegrasi sosial. Dengan ikatan keluarga yang kuat, peluang warga binaan untuk kembali hidup normal, bekerja, dan diterima masyarakat setelah bebas akan semakin besar.

Selain mengikuti upacara, warga binaan juga diajak merenungkan arti penting peran sebagai orang tua. Refleksi tersebut diharapkan mampu membangkitkan kesadaran bahwa setiap perubahan baik yang dilakukan selama menjalani pembinaan akan memberikan dampak besar bagi masa depan anak-anak mereka.

"Kami berharap ketika mereka keluar dari lapas nanti, bukan hanya bebas secara hukum, tetapi juga benar-benar berubah menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mampu membanggakan keluarga. Anak-anak mereka berhak memiliki masa depan yang lebih baik bersama orang tua yang telah memperbaiki diri," tegasnya.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Lapas Kelas IIB Sampit menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis, memperkuat hubungan keluarga, serta mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali berperan positif di tengah masyarakat. Bagi Lapas Sampit, perubahan sejati tidak hanya diukur dari berakhirnya masa pidana, tetapi dari lahirnya harapan baru bagi keluarga yang menanti di rumah. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard