seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

DPRD Kalteng Dorong Lahan Gambut Produktif untuk Cegah Karhutla

by Redaksi - Tanggal 04-08-2026,   jam 09:20:21
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik

SB, PALANGKA RAYA – Pemanfaatan lahan gambut secara produktif dinilai dapat menjadi langkah efektif untuk menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Lahan yang dikelola dengan baik diyakini tidak hanya memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga lebih terjaga dari ancaman kebakaran saat musim kemarau.

Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik, mengatakan lahan yang dibiarkan terlantar memiliki risiko lebih tinggi terbakar. Karena itu, ia mendorong pemerintah dan masyarakat mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang sesuai dengan aturan serta tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

"Kalau lahan dimanfaatkan secara bijak dan ditanami tanaman yang sesuai, tentu lebih baik. Selain menghasilkan nilai ekonomi, langkah ini juga bisa mengurangi potensi terjadinya kebakaran," ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Menurut Sutik, pengelolaan lahan yang produktif akan menumbuhkan rasa memiliki sehingga masyarakat terdorong untuk menjaga lahannya dari ancaman api. Upaya tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk pencegahan karhutla yang efektif dari tingkat paling bawah.

Ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, relawan, dan seluruh tim gabungan yang terus berjibaku memadamkan kebakaran di berbagai daerah. Meski demikian, ia mengakui penanganan karhutla di lahan gambut masih menjadi pekerjaan berat karena api kerap membakar hingga ke lapisan bawah tanah.

"Petugas sudah bekerja maksimal, baik melalui pemadaman darat maupun dukungan dari udara. Namun, kebakaran di lahan gambut memang sangat sulit ditangani karena apinya bisa terus menyala di bawah permukaan," katanya.

Sutik menegaskan, pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas di lapangan. Dibutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lahan agar tidak dibakar maupun ditelantarkan.

"Kalau lahan memiliki manfaat dan dirawat dengan baik, masyarakat tentu akan lebih peduli menjaganya. Sinergi pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar karhutla di Kalteng dapat terus ditekan," tutupnya. (sb/*)