Lewati ke konten utama
HUKUM

Grader Terjebak Kepungan Api, Alat Berat Perusahaan Sawit Terbakar di Bagendang

Redaksi 21-09-2026, 08:25 WIB 2 menit baca
Tampak grader milik perusahaan di wilayah Bagendang terbakar akibat karhutla. (FOTO: ISTIMEWA)
Tampak grader milik perusahaan di wilayah Bagendang terbakar akibat karhutla. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganas di wilayah Bagendang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, sebuah alat berat jenis grader milik perusahaan perkebunan kelapa sawit terbakar setelah terjebak di tengah kepungan api di Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Minggu (20/9/2026).

Grader tersebut sebelumnya dikerahkan ke lokasi untuk membantu membuka akses sekaligus mendukung upaya pemadaman karhutla. Namun, kondisi berubah ketika kobaran api meluas dengan cepat dan mengepung posisi alat berat tersebut.

Warga setempat, Obet, mengatakan grader sempat mengalami kendala hingga tidak dapat bergerak saat api mulai mendekat. Dalam waktu singkat, api kemudian menjalar dan membakar alat berat tersebut.

“Api mengelilingi lokasi. Grader tiba-tiba mati dan kemudian langsung terbakar,” ujar Obet, Minggu (20/9/2026).

Menurutnya, kondisi di lokasi cukup sulit karena tidak terdapat sumber air yang memadai untuk melakukan pemadaman. Warga yang berada di sekitar lokasi hanya berupaya menahan pergerakan api secara manual menggunakan daun dan peralatan seadanya.

Situasi semakin sulit karena asap tebal menyelimuti kawasan tersebut. Jarak pandang menjadi terbatas, sementara asap membuat mata warga terasa perih.

Angin yang cukup kencang juga membuat kobaran api semakin cepat menjalar. Bahkan, api mulai merambat ke sejumlah area lain hingga mengancam kebun sawit milik warga di sekitar lokasi.

Upaya penanganan kemudian mendapat bantuan dari perusahaan berupa truk tangki untuk menyuplai air ke lokasi. Namun, bantuan tersebut tiba ketika grader sudah terlanjur terbakar sehingga alat berat itu tidak berhasil diselamatkan.

Peristiwa ini kembali menambah daftar alat berat yang menjadi korban karhutla di wilayah Kotim. Sebelumnya, ekskavator milik Pemerintah Kabupaten Kotim juga terbakar saat karhutla melanda kawasan Bagendang, Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, pada 10 Agustus 2026.

Saat itu, ekskavator dalam kondisi rusak dan bagian mesinnya sedang dilepas untuk diperbaiki. Kondisi tersebut membuat alat berat tidak dapat bergerak maupun dievakuasi ketika kobaran api mendekat.

Kasus serupa kembali terjadi pada 19 Agustus 2026. Sebuah ekskavator mini ditemukan dalam kondisi hangus di lahan milik warga. Peristiwa tersebut diketahui melalui video yang beredar, namun kronologi serta penyebab pasti terbakarnya alat berat tersebut belum diketahui.

Dengan kembali terbakarnya grader, karhutla di Kotim kini tidak hanya mengancam lahan dan kebun warga, tetapi juga membahayakan alat berat yang dikerahkan untuk mendukung upaya penanganan kebakaran. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard