Lewati ke konten utama
Provinsi

Kotim Belum Lepas dari Kepungan Karhutla, 981 Kebakaran Hanguskan 1.848 Hektare Lahan

Redaksi 21-09-2026, 10:56 WIB 2 menit baca
Petugas melakukan pemadaman karhutla yang terus terjadi di Kotim. (FOTO:ISTIMEWA)
Petugas melakukan pemadaman karhutla yang terus terjadi di Kotim. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih belum lepas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Api terus muncul di sejumlah wilayah, sementara luasan lahan yang terbakar sepanjang 2026 telah menembus 1.848,72 hektare.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mencatat, sejak Januari hingga 18 September 2026 terdapat 981 kejadian karhutla di wilayah tersebut.

Angka itu bukan sekadar catatan tahunan. Dalam waktu hanya sekitar 24 jam, yakni pada 17 hingga 18 September 2026, Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla masih harus berjibaku menangani sedikitnya 12 kejadian kebakaran.

Belasan kejadian tersebut terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Mentaya Hilir Utara, dan Telawang.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Imam Subekti mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan karhutla masih menjadi ancaman yang harus diwaspadai. Kebakaran masih bermunculan meski penanganan terus dilakukan.

“Karhutla di Kotim masih terus terjadi, belum ada tanda-tanda akan mereda,” kata Imam Subekti.

Dari total 1.848,72 hektare lahan yang terbakar, Kecamatan Seranau menjadi wilayah dengan luasan terbesar. Tercatat 703,50 hektare lahan di wilayah tersebut terbakar atau sekitar 38,05 persen dari total luas lahan terbakar di Kotim.

Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dengan 421,28 hektare atau 22,79 persen, kemudian Kecamatan Baamang dengan 362,71 hektare atau 19,62 persen.

Besarnya luasan tersebut menunjukkan karhutla masih menjadi persoalan yang tersebar di sejumlah kawasan Kotim. Ancaman karhutla juga terlihat dari tingginya jumlah titik panas atau hotspot yang terdeteksi. Hingga 18 September 2026, tercatat 26.335 hotspot terdeteksi di seluruh kecamatan di Kotim.

Jumlah tersebut melonjak dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, hotspot yang tercatat sebanyak 453 titik.

Untuk tahun ini, hotspot terbanyak terdeteksi di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dengan 4.762 titik. Disusul Kecamatan Teluk Sampit sebanyak 3.887 titik dan Mentawa Baru Ketapang sebanyak 3.581 titik.

Namun, BPBD mengingatkan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara. Data dapat berubah seiring masuknya laporan baru serta pemutakhiran hasil pemantauan di lapangan.

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” ungkap Imam.

Di tengah kondisi tersebut, status tanggap darurat karhutla di Kabupaten Kotim masih diberlakukan hingga 30 September 2026.

BPBD meminta masyarakat dan seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran juga diminta dihentikan, terlebih kondisi cuaca masih kering.

Dengan 981 kejadian karhutla, 1.848,72 hektare lahan terbakar, dan 26.335 hotspot yang tercatat hingga pertengahan September, kewaspadaan terhadap ancaman api di Kotim masih menjadi perhatian utama. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard