Pertamina Gandeng Disperindag Kobar, Warga Mampu Didorong Beralih dari LPG 3 Kg ke Bright Gas 5,5 Kg
SB, PANGKALAN BUN – Dua tabung LPG 3 kilogram menjadi syarat yang harus dibawa warga untuk mendapatkan satu tabung Bright Gas 5,5 kilogram. Program itu digelar PT Pertamina Patra Niaga sebagai bagian dari upaya mendorong penggunaan LPG bersubsidi agar semakin tepat sasaran.
Program bertema "Ganti Bright Gas Kini Lebih Gampang" tersebut berlangsung di Lapangan Pasar Rakyat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Rabu (23/8/2026).
Dalam pelaksanaannya, Pertamina menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kotawaringin Barat (Kobar).
Warga yang mengikuti program cukup membawa dua tabung LPG 3 kilogram atau yang selama ini dikenal sebagai tabung melon, serta menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP). Setelah proses penukaran, warga mendapatkan satu tabung Bright Gas berukuran 5,5 kilogram.
Tak berhenti di penukaran tabung, Pertamina juga memberikan minyak goreng kepada warga yang mengikuti kegiatan tersebut.
Puluhan warga terlihat datang membawa tabung LPG 3 kilogram. Di bawah terik matahari, mereka mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus mendengarkan sosialisasi mengenai perbedaan LPG bersubsidi dan nonsubsidi.
Program tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai kegiatan penukaran tabung. Pertamina membawa pesan mengenai penggunaan LPG sesuai peruntukannya.
LPG 3 kilogram merupakan produk bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi. Sementara masyarakat dengan kemampuan ekonomi lebih baik didorong menggunakan LPG nonsubsidi, salah satunya Bright Gas 5,5 kilogram.
Sales Area Manager (SAM) PT Pertamina Patra Niaga, Donny Prasetya, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung kebijakan pemerintah mengenai penyaluran LPG subsidi.
Menurut Donny, semakin banyak masyarakat yang mampu beralih ke LPG nonsubsidi, semakin besar pula peluang LPG 3 kilogram tersedia bagi kelompok masyarakat yang memang berhak menerima subsidi.
"Program ini merupakan salah satu upaya kami untuk mendukung LPG subsidi agar penggunaannya semakin tepat sasaran. Masyarakat yang mampu kami dorong untuk beralih menggunakan produk nonsubsidi, sehingga LPG 3 kilogram dapat lebih tersedia bagi masyarakat yang memang berhak," ujar Donny, pada Rabu (23/9/2026).
Pertamina, kata Donny, tidak hanya menyampaikan sosialisasi di kawasan perkotaan. Informasi mengenai penggunaan LPG subsidi dan produk non subsidi juga dibawa langsung ke tengah masyarakat.
"Cara itu ditempuh agar masyarakat tidak hanya mengetahui adanya program penukaran, tetapi juga memahami alasan di balik program tersebut," tegasnya.
Sales Branch Manager (SBM) PT Pertamina Patra Niaga wilayah Kalimantan Tengah, Bagas Wicaksono, mengatakan bahwa ini juga menjadi bagian dari upaya Pertamina membawa program lebih dekat kepada masyarakat. Bukan sekadar menyampaikan informasi melalui media atau kegiatan di pusat kota, tim turun langsung menemui warga.
Bagas mengatakan kehadiran tim Pertamina secara langsung juga untuk memastikan masyarakat memperoleh penjelasan mengenai program tersebut.
"Ini untuk memastikan bahwa pengguna LPG 3 kilogram itu tepat sasaran. Kita sejalan dengan program pemerintah supaya 3 kilogram tepat sasaran. Masyarakat yang masih menggunakan tabung 3 kilogram dan merasa mampu dapat beralih ke produk Bright Gas non-PSO atau nonsubsidi," jelas Bagas.
Menurut dia, peralihan masyarakat yang mampu ke LPG nonsubsidi menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat ketepatan sasaran penggunaan LPG 3 kilogram.
Di lokasi kegiatan, sosialisasi berlangsung bersamaan dengan proses penukaran tabung. Warga yang datang tidak hanya mendapatkan kesempatan mengikuti program, tetapi juga memperoleh penjelasan langsung dari tim Pertamina.
Informasi mengenai program tersebut menarik perhatian masyarakat. Warga datang membawa dua tabung LPG 3 kilogram sebagai persyaratan. Setelah menyerahkan tabung dan menunjukkan KTP, warga mengikuti proses penukaran untuk mendapatkan satu tabung Bright Gas 5,5 kilogram.
Bagi sebagian warga, pola tersebut memberikan kemudahan karena proses dilakukan langsung di lokasi kegiatan. Mereka tidak harus mencari informasi sendiri mengenai mekanisme peralihan dari LPG subsidi ke produk nonsubsidi.
Salah seorang warga, Ningsi , mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, kehadiran Pertamina secara langsung membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi mengenai program dan penggunaan LPG sesuai peruntukannya. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilakukan sehingga informasi mengenai LPG nonsubsidi semakin banyak diketahui masyarakat.
"Adanya program tersebut memberikan kemudahan bagi kami, karena warga tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan informasi maupun mengikuti program penukaran tabung. Semoga kegiatan ini dapat kembali dilakukan lagi sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui program peralihan dari LPG 3 kilogram ke produk nonsubsidi," ucap Ningsi saat berada di lokasi.
Kehadiran warga sekaligus menunjukkan bahwa program peralihan produk LPG tidak berhenti pada persoalan jenis tabung. Ada upaya untuk membangun pemahaman bahwa produk bersubsidi memiliki sasaran penerima yang telah ditentukan.
Dalam pelaksanaannya, Pertamina menggandeng Disperindag Kobar. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi daerah.
Sementara Kepala Disperindag Kobar, Fitriana turut memantau pelaksanaan kegiatan di lapangan. Kolaborasi antara Pertamina dan pemerintah daerah menjadi penting karena persoalan LPG tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan energi untuk kebutuhan rumah tangga. "Penyaluran LPG subsidi juga berkaitan dengan daya beli masyarakat serta upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.
Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat diperkenalkan dengan alternatif LPG nonsubsidi sekaligus diberikan pemahaman mengenai penggunaan LPG subsidi sesuai sasaran," jelasnya.
Bagi Pertamina, program “Ganti Bright Gas Kini Lebih Gampang” menjadi salah satu cara mendekatkan kebijakan tersebut kepada masyarakat.
Ada dua tabung LPG 3 kilogram yang ditukar dengan satu Bright Gas 5,5 kilogram. Namun di balik proses sederhana itu terdapat tujuan yang lebih besar yaitu mendorong masyarakat yang dinilai mampu secara ekonomi untuk menggunakan produk nonsubsidi.
Dengan demikian, LPG 3 kilogram diharapkan dapat semakin tepat sasaran dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang memang menjadi penerima subsidi. (sb)