Bulog Kapuas Pastikan Stok Pangan Aman
SB, KUALA KAPUAS — Bulog Kabupaten Kapuas memastikan ketersediaan sejumlah komoditas pangan di wilayah Kapuas masih aman. Hal tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut rapat pengendalian inflasi bersama Pemerintah Kabupaten Kapuas dan Kementerian Dalam Negeri di Aula Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Selasa (22/9/2026).
Kepala Bulog Kapuas Akhmad Ronni Anwar mengatakan, Kabupaten Kapuas menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam pengendalian inflasi karena tingkat inflasi pada Agustus 2026 cukup tinggi. Cabai merah menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar, disusul beras.
“Menyikapi hal itu, Bulog memastikan ketersediaan pangan di wilayah Kapuas tetap aman hingga saat ini. Untuk beberapa komoditas, stok kita seperti beras PSO sebanyak 3.645 ton, beras premium 15 ton, minyak goreng 105.000 liter, dan gula pasir 15 ton. Stok ini sangat mencukupi kebutuhan kita,” ujar Ronni.
Untuk membantu menekan tekanan harga, Bulog akan terus melaksanakan operasi pasar murah, baik secara mandiri maupun berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kapuas. Ke depan, kegiatan tersebut akan diperluas dengan menyediakan beras, minyak goreng, gula pasir, cabai merah dan kebutuhan pokok lainnya.
Ronni menegaskan, produk Bulog dijual sesuai ketentuan harga yang berlaku dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), termasuk beras dan minyak goreng. Mitra Bulog juga diwajibkan menjual komoditas sesuai ketentuan.
Selain operasi pasar murah, Bulog juga tengah menyalurkan bantuan pangan beras untuk periode Juli, Agustus dan September 2026. Di Kabupaten Kapuas, bantuan diberikan kepada 36.054 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan alokasi 30 kilogram per PBP atau total 1.081.620 kilogram beras.
Sementara di Kabupaten Pulang Pisau, bantuan dialokasikan kepada 13.906 PBP dengan total 412.180 kilogram beras. Penyaluran bantuan tersebut saat ini telah berlangsung dan ditargetkan menjangkau penerima hingga ke tingkat desa.
“Bantuan ini disalurkan secara gratis kepada masyarakat yang terdaftar sebagai penerima manfaat. Data penerima berdasarkan data BPS dan Kementerian Sosial, sedangkan Bulog menyediakan barang sekaligus melaksanakan distribusinya hingga ke desa,” jelas Ronni.
Bulog memastikan penyaluran bantuan pangan dan operasi pasar murah akan terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan pangan, membantu masyarakat, sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Kabupaten Kapuas. (f4)