Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

DPRD Kotim Sebut Kemarau Panjang Picu Ancaman Krisis Pangan

Redaksi 05-10-2026, 17:53 WIB 1 menit baca
Anggota Komisi II DPRD Kotim, Zainuddin
Anggota Komisi II DPRD Kotim, Zainuddin

SB, SAMPIT - Kemarau berkepanjangan yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur mulai memicu kekhawatiran terhadap ketersediaan pangan. Sebagian besar tanaman padi petani di wilayah selatan dilaporkan mengalami gagal panen, sementara musim tanam berikutnya diperkirakan mundur hingga November atau Desember 2026.

Anggota Komisi II DPRD Kotim Zainuddin mengatakan, kondisi lahan pertanian yang mengering dan mengalami retakan membuat petani belum bisa kembali mengolah sawah. Meski hujan turun pada Oktober, tanah membutuhkan pasokan air dalam jumlah cukup sebelum dapat ditanami.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menggeser pola musim tanam yang biasanya berlangsung pada Oktober hingga Maret. Jika penanaman baru bisa dilakukan pada Desember, masa panen diperkirakan ikut mundur hingga Maret 2027.

“Sebagian besar hasil panen petani musim ini mengalami kegagalan. Kalau hujan turun pada Oktober, belum tentu lahan langsung bisa ditanami karena tanah sudah kering dan membutuhkan banyak air,” ujarnya, Senin (5/10/2026).

Zainuddin mengkhawatirkan mundurnya musim tanam akan berdampak terhadap persediaan beras masyarakat. Sebab, sebagian petani telah menjual hasil panen sebelumnya sehingga persediaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari semakin terbatas.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, dia meminta pemerintah daerah menyiapkan langkah pengendalian harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok. Salah satunya melalui pelaksanaan operasi pasar atau pasar murah di desa-desa yang terdampak kekeringan.

Menurutnya, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan selama petani belum bisa kembali menghasilkan panen.

“Kami berharap kemarau berkepanjangan ini segera berakhir dan hujan kembali turun secara merata. Dengan begitu, petani bisa kembali mengolah lahan dan memulai musim tanam sehingga produksi pangan di Kotim tetap terjaga,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard