Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

DPRD Kotim Desak PU Turunkan Alat Berat Segera Perbaiki Jalan M Noor

Redaksi 08-10-2026, 10:45 WIB 2 menit baca
Anggota DPRD Kotim Dapil III, Eddy Mashamy
Anggota DPRD Kotim Dapil III, Eddy Mashamy

SB, SAMPIT - Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Daerah Pemilihan (Dapil) III, Eddy Mashamy, mendukung desakan Camat Mentaya Hilir Selatan agar Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera menurunkan alat berat untuk menangani kerusakan Jalan M Noor.

Eddy menilai kondisi jalan tersebut sudah membutuhkan penanganan segera karena menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat di wilayah Samuda dan sekitarnya.

Menurutnya, desakan camat merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang selama ini masih menghadapi persoalan kerusakan jalan tersebut.

"Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah tegas Camat Mentaya Hilir Selatan. Apa yang disampaikan beliau itu bukan keluhan baru, itu adalah jeritan lama masyarakat Dapil III yang saya wakili. Jalan M. Noor itu urat nadi ekonomi warga Samuda dan sekitarnya," tegas Eddy Mashamy saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).

Eddy meminta Dinas PU Kotim tidak lagi menunda penanganan Jalan M. Noor. Selain menjadi akses ekonomi, ruas jalan tersebut juga menghubungkan masyarakat dengan fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.

"Saya mendesak Dinas PU Kotim untuk segera responsif. Jangan menunggu viral, jangan menunggu ada korban. Turunkan alat berat sekarang juga. Lakukan perataan, pengerasan dan perbaikan drainase," ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah daerah membuka informasi terkait perencanaan penanganan Jalan M. Noor secara transparan, termasuk jadwal pemeliharaan rutin dan besaran anggaran yang dialokasikan untuk ruas jalan tersebut pada tahun ini.

Eddy mengatakan, persoalan Jalan M. Noor menjadi salah satu keluhan yang hampir selalu diterimanya saat melaksanakan reses. Saat hujan, kondisi jalan disebut berubah menjadi berlubang dan becek sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat.

Pedagang, petani dan nelayan juga mengalami kendala saat mengangkut hasil usaha menuju Pasar Samuda. Kondisi tersebut dinilai turut meningkatkan biaya transportasi masyarakat.

Selain itu, kerusakan jalan juga berdampak terhadap aktivitas anak sekolah serta akses kendaraan ambulans dan pasien yang membutuhkan layanan kesehatan.

"Masyarakat sudah terlalu sering melapor. Bahkan warga bergotong royong secara swadaya menimbun lubang, tetapi penanganan permanen dari pemerintah belum juga dilakukan," kata Eddy.

Untuk penanganan awal, Eddy mendorong Dinas PU segera menurunkan alat berat guna meratakan badan jalan dan mengatasi material yang menggenang.

"Dalam minggu ini juga Dinas PU harus turunkan minimal satu unit grader dan satu unit excavator untuk perataan dan pembuangan material yang menggenang. Ini tindakan darurat untuk memastikan jalan bisa dilalui," tegasnya.

Untuk jangka menengah, Eddy menyatakan akan mendorong agar Jalan M. Noor masuk dalam program peningkatan jalan pada pembahasan APBD 2027. Ia mengusulkan pembangunan menggunakan konstruksi rigid atau minimal aspal hotmix sehingga lebih tahan terhadap kondisi cuaca dan aktivitas kendaraan.

Sementara untuk jangka panjang, ia mendorong pola pemeliharaan jalan berbasis kecamatan. Menurutnya, keberadaan alat berat di tingkat kecamatan perlu didukung dengan ketersediaan bahan bakar dan operator agar pemeliharaan jalan tidak selalu menunggu bantuan dari Sampit.

"Jangan sampai alat berat ada di kecamatan tapi solar tidak ada, operator tidak ada. Saya minta Pemkab Kotim juga memastikan dukungan operasionalnya. Infrastruktur di selatan adalah wajah Kotim, kalau jalannya rusak, ekonomi Kotim juga ikut rusak," pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard