Lewati ke konten utama
HUKUM

Ditinggal Bertugas, Tas Petugas RSUD dr Murjani Sampit Raib, Kerugian Ditaksir Rp30 Juta

Redaksi 10-10-2026, 19:27 WIB 2 menit baca
Terduga pelaku pencuri tas milik petugas RSUD dr Murjani Sampit terekam kamera pengawas. (FOTO: ISTIMEWA)
Terduga pelaku pencuri tas milik petugas RSUD dr Murjani Sampit terekam kamera pengawas. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Seorang perawat di RSUD dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), kehilangan tas berisi barang berharga saat menjalankan tugas, Jumat (9/10/2026). Tas yang diduga diambil seseorang dari area nurse station Ruang Cempaka, Instalasi Gawat Darurat (IGD), itu berisi dua unit ponsel, sebuah laptop, uang tunai, serta dokumen penting lainnya.

Total kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp30 juta. Kasus ini menjadi sorotan setelah rekaman kamera pengawas atau CCTV yang diduga memperlihatkan seseorang membawa tas tersebut beredar di media sosial.

Korban diketahui bernama Febby Lovita Sari. Berdasarkan laporan pengaduan kepada Polres Kotawaringin Timur, tas itu semula diletakkan di atas kursi di area nurse station. Korban kemudian meninggalkan tempat tersebut untuk menuju ruang obat.

Sekitar pukul 09.30 WIB, korban kembali ke lokasi karena hendak menuju ruangan wakil direktur. Namun, setibanya di sana, tas yang sebelumnya diletakkan di kursi sudah tidak ada.

Korban kemudian mengetahui adanya rekaman CCTV yang diduga memperlihatkan kejadian tersebut. Dalam rekaman itu, seorang pria terlihat mendatangi lokasi tas, menutupinya menggunakan jaket, lalu meninggalkan area nurse station.

Video yang dibagikan M Teguh, sepupu korban, memperlihatkan pria tersebut awalnya mengenakan jaket hitam dengan corak kuning di bagian lengan. Pria itu kemudian diduga menggunakan jaketnya untuk membungkus barang yang diambil. Saat itu, ia tampak mengenakan kemeja hitam bercorak putih.

Dalam laporan pengaduan, seorang saksi bernama Lisa menyebut pria tersebut sebelumnya datang untuk mengambil surat kontrol. Saksi juga menyebut nama Amriyanto.

Meski demikian, identitas maupun dugaan keterlibatan pria yang disebut dalam laporan tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui proses penyelidikan dan keterangan resmi kepolisian.

Tas milik korban diketahui berisi sejumlah barang berharga. Di antaranya satu unit ponsel Realme C17, satu unit iPhone 16 Plus berwarna merah muda, serta laptop Lenovo berwarna perak yang memiliki stiker bergambar kucing berwarna cokelat dan putih.

Selain perangkat elektronik, terdapat dompet berisi kartu tanda penduduk (KTP), surat izin mengemudi (SIM), kartu ATM, uang tunai Rp300.000, surat tanda nomor kendaraan (STNK), serta kunci sepeda motor.

Keseluruhan barang yang hilang tersebut ditaksir bernilai sekitar Rp30 juta.

M Teguh membenarkan peristiwa yang menimpa sepupunya saat dikonfirmasi pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, korban sedang menjalankan tugas piket di rumah sakit ketika tasnya dilaporkan hilang.

“Iya betul, korban itu sepupu saya yang saat kejadian lagi piket di RSUD dr Murjani,” ujar Teguh.

Ia juga membenarkan bahwa kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Polres Kotim. Informasi kehilangan itu turut disebarkan kepada masyarakat dengan harapan barang-barang milik korban dapat ditemukan kembali.

“Total kerugian Rp30 juta rupiah. Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polres Kotim. Semoga korban diberikan ketabahan,” tulis Teguh dalam unggahannya.

Beredarnya rekaman CCTV dan informasi kehilangan tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap kronologi kejadian serta menemukan kembali barang-barang milik korban.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai perkembangan penanganan laporan tersebut. Dugaan pencurian ini masih perlu ditindaklanjuti melalui proses hukum, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap pihak yang disebut dalam laporan. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard