RSUD Murjani Sampit Siapkan Oksigen, Pasien Sesak Berat Dirujuk ke IGD
SB, SAMPIT - RSUD dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menyiapkan fasilitas oksigen untuk membantu penanganan pasien yang mengalami gangguan pernapasan. Namun, hingga kini belum tersedia data pasti mengenai jumlah warga yang memanfaatkan fasilitas rumah oksigen setiap hari maupun dalam satu bulan terakhir.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr Candra E, mengatakan, warga yang mengalami sesak napas umumnya terlebih dahulu mendapatkan penanganan di puskesmas atau Public Safety Center (PSC) yang beroperasi selama 24 jam.
PSC tersebut menjadi salah satu fasilitas layanan oksigen bagi masyarakat di wilayah Kota Sampit. Apabila kondisi pasien tidak membaik setelah mendapatkan penanganan awal, pasien dapat dirujuk ke instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit.
“Kalau memang sesaknya tidak bisa ditangani di puskesmas atau di PSC, biasanya dirujuk ke IGD. Namun, kalau kondisinya membaik setelah diberikan oksigen, pasien bisa pulang,” ujar Candra, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, layanan oksigen di PSC dipusatkan untuk membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat, terutama warga yang mengalami kesulitan bernapas dan membutuhkan pertolongan segera.
Menurutnya, keberadaan layanan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan awal sebelum pasien mendapatkan perawatan lanjutan di rumah sakit apabila diperlukan.
Candra menambahkan, RSUD dr Murjani juga telah membantu mendukung fasilitas oksigen di PSC, di antaranya melalui bantuan alat konsentrator oksigen dan masker oksigen.
“Untuk oksigen, kami siapkan. Kemarin RSUD Murjani juga membantu alat seperti konsentrator oksigen dan masker oksigen yang diminta untuk mendukung pelayanan di PSC,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan jumlah pasien yang secara khusus memanfaatkan fasilitas rumah oksigen maupun jumlah kunjungan setiap harinya.
“Kami belum tahu data pastinya. Nanti akan kami tanyakan kepada teman-teman di bagian penunjang, apakah ada data warga yang memanfaatkan ruang oksigen tersebut,” katanya.
Ia menegaskan, penanganan pasien dengan gangguan pernapasan tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Apabila pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, rujukan ke IGD rumah sakit menjadi salah satu langkah yang dilakukan.
Ia berharap keberadaan fasilitas oksigen di puskesmas dan PSC diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pertolongan lebih cepat, khususnya di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang berdampak terhadap kesehatan pernapasan warga. (f1/sb)