Diare Ancam Anak di Sampit, 48 Balita Terserang Bulan Oktober
SB, SAMPIT – Anak-anak menjadi kelompok paling rentan terserang diare di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Data RSUD dr Murjani Sampit mencatat, sebanyak 48 balita berusia 0–4 tahun mengalami diare sepanjang Oktober 2026.
Jumlah kasus diare juga terus meningkat. Pada pekan keempat September tercatat 24 kasus, kemudian naik menjadi 46 kasus pada pekan pertama Oktober dan kembali melonjak menjadi 64 kasus pada pekan kedua Oktober.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr Candra E, mengatakan peningkatan tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi orang tua yang memiliki anak balita.
“Memang ada peningkatan kasus diare,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026).
Selain balita, diare juga menyerang 13 anak berusia 5–9 tahun, lima remaja berusia 10–18 tahun, 30 orang dewasa, serta 14 lansia. Data Oktober mencatat total 110 pasien diare yang mendapatkan pelayanan di RSUD dr Murjani Sampit.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 pasien ditangani melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD), 32 pasien menjalani rawat inap, dan 25 pasien mendapatkan pelayanan rawat jalan.
Musim kemarau dapat meningkatkan risiko diare ketika ketersediaan air bersih berkurang, air tercemar, atau makanan tidak diolah dan disimpan dengan baik. Kondisi ini membuat kebersihan makanan, minuman, dan lingkungan anak perlu lebih diperhatikan.
Orang tua diimbau membiasakan anak mencuci tangan menggunakan sabun, memberikan air minum yang aman, serta memastikan makanan diolah secara higienis. Jika anak mengalami diare, terutama disertai tanda dehidrasi seperti lemas, mulut kering, atau jarang buang air kecil, segera bawa ke fasilitas kesehatan. Berikan oralit sesuai petunjuk untuk membantu mengganti cairan yang hilang.
Peningkatan kasus ini menjadi pengingat bagi orang tua agar tidak menganggap sepele diare pada anak, karena kehilangan cairan dapat membahayakan kondisi tubuh, terutama pada balita. (f1/sb)