Geger! Benda Misterius Mirip Bagian Pesawat Ditemukan di Kebun Sawit Kotim, Sehari Setelah Dentuman
SB, SAMPIT – Penemuan benda misterius menyerupai bagian pesawat atau helikopter di perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Jalan Jenderal Sudirman Km 27, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengundang perhatian publik. Kemunculan benda berukuran sekitar enam meter itu semakin menjadi sorotan karena ditemukan sehari setelah suara dentuman keras menggemparkan warga di sejumlah wilayah Kotim.
Benda tersebut ditemukan di blok G/F 3839 pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Informasi penemuan ini menyebar luas setelah video yang memperlihatkan benda tersebut tergeletak di area perkebunan sawit beredar di media sosial.
Bentuknya yang tidak lazim membuat orang yang merekam video kebingungan mengidentifikasi objek tersebut. Dalam rekaman itu, terdengar suara seseorang mempertanyakan apakah benda yang ditemukan merupakan bangkai pesawat atau helikopter.
“Ya, ini kita ketemu bangkai pesawat apa bangkai helikopter ini. Nah, ini di blok G/F 3839,” ujar seseorang dalam video tersebut.
Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai identitas maupun fungsi benda itu. Belum diketahui pula bagaimana benda tersebut bisa berada di dalam parit di kawasan perkebunan kelapa sawit.
Seorang karyawan PT Agro Bukit, Karmansyah, membenarkan adanya penemuan benda tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, objek itu pertama kali ditemukan oleh seorang karyawan yang sedang berburu burung di sekitar lokasi.
Menurut Karmansyah, ukuran benda tersebut cukup besar sehingga membutuhkan tenaga banyak orang untuk mengangkatnya dari dalam parit.
“Beratnya diperkirakan sekitar 100 kilogram. Untuk mengangkatnya, sampai melibatkan sekitar 20 orang,” ungkapnya saat menjelaskan proses pengangkatan benda tersebut.
Secara fisik, benda itu memiliki panjang sekitar enam meter dan tampak menyerupai material baja ringan. Pada sejumlah bagian terlihat kabel-kabel yang saling terhubung serta bekas pengelasan.
Meski memiliki bentuk yang memunculkan berbagai dugaan, tidak ditemukan tulisan ataupun tanda pengenal yang dapat digunakan untuk memastikan asal-usulnya.
“Tidak ada tulisannya, seperti benda baru dibuat. Ada las-lasannya, pokoknya ada kabel-kabel penyambung,” kata Karmansyah.
Kondisi tersebut membuat identitas benda semakin sulit dipastikan hanya berdasarkan pengamatan visual. Bentuk, ukuran, kabel, dan bekas pengelasan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa objek itu merupakan bagian dari pesawat, helikopter, ataupun benda lain.
Hal yang membuat penemuan ini semakin menyita perhatian adalah waktunya yang berdekatan dengan laporan suara dentuman keras di sejumlah wilayah Kotim.
Pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 17.39 WIB, warga di beberapa kecamatan, antara lain Cempaga Hulu, Telawang, Mentawa Baru Ketapang, dan Baamang, melaporkan mendengar suara dentuman yang belum diketahui sumbernya.
Selang beberapa jam kemudian, benda misterius ditemukan di perkebunan PT Agro Bukit. Kedekatan waktu antara kedua kejadian tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kemungkinan adanya hubungan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti yang memastikan bahwa benda tersebut berkaitan dengan suara dentuman yang terdengar sehari sebelumnya.
Karena itu, kedua peristiwa tersebut perlu dipisahkan sampai tersedia hasil pemeriksaan yang dapat menjelaskan asal-usul benda maupun sumber suara tersebut.
Prakirawan BMKG Kotim, Ibnu Hasan Ali, sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran dan analisis untuk mengetahui sumber suara dentuman yang dilaporkan warga.
Dugaan mengenai meteor ataupun sampah antariksa (space debris) juga belum dapat dipastikan.
“Kami belum bisa memastikan, kami masih melakukan penelusuran serta analisis lebih lanjut terkait kepastian sumber suara dan apakah benda tersebut benar merupakan meteor atau sampah antariksa (space debris),” ungkap Ibnu saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa sumber dentuman masih membutuhkan kajian lebih lanjut. Begitu pula dengan benda yang ditemukan di perkebunan sawit, yang belum dapat dihubungkan dengan fenomena tersebut tanpa bukti pendukung.
Penemuan benda misterius di PT Agro Bukit kini menyisakan sejumlah pertanyaan: apa sebenarnya benda tersebut, dari mana asalnya, dan bagaimana bisa berada di dalam parit kawasan perkebunan?
Untuk menjawabnya, diperlukan pemeriksaan oleh pihak berwenang, termasuk identifikasi material, komponen, serta kemungkinan tanda atau karakteristik teknis yang dapat mengungkap asal-usulnya.
Sampai ada hasil pemeriksaan resmi, dugaan bahwa benda tersebut merupakan bagian pesawat, helikopter, meteor, ataupun sampah antariksa belum dapat dibenarkan.
Masyarakat pun diharapkan tidak terburu-buru menyimpulkan atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kepastian mengenai benda misterius tersebut dan kemungkinan kaitannya dengan dentuman keras di Kotim masih menunggu hasil penelusuran lebih lanjut. (f1/sb)