Lewati ke konten utama
HUKUM

TERUNGKAP! Ternyata Serpihan Roket China Zhuque 2E Jatuh di Kotim

Redaksi 19-10-2026, 20:49 WIB 3 menit baca
Plat besi yang jatuh di perkebunan sawit di Kotim saat dilakukan pemeriksaan. (FOTO: ISTIMEWA)
Plat besi yang jatuh di perkebunan sawit di Kotim saat dilakukan pemeriksaan. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Misteri serpihan benda asing yang ditemukan di perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Kilometer 26, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akhirnya terungkap. Benda tersebut dipastikan merupakan bagian dari roket pembawa satelit milik China, Zhuque 2E, yang jatuh kembali ke atmosfer dan melintasi wilayah Kotim.

Kepastian ini diperoleh setelah Bandara H Asan Sampit berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Serpihan yang ditemukan pada Senin (19/10/2026) itu kini telah dievakuasi ke Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Iskandar, Pangkalan Bun, untuk menjalani identifikasi lebih lanjut.

Person in Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara H Asan Sampit, Zachrudien, mengatakan penelusuran dilakukan bersama unsur TNI dan Polri. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, KNKT, dan BRIN untuk memastikan asal-usul benda tersebut.

“Kami juga sudah koordinasi dengan KNKT dan BRIN terkait hasil temuan kami di lokasi dan sudah kami teruskan ke pihak tersebut,” kata Zachrudien, Senin (19/10/2026).

Berdasarkan informasi dari BRIN, serpihan tersebut merupakan bagian dari roket Zhuque 2E yang jatuh di wilayah Kotim pada Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 17.36 WIB. Waktu tersebut berdekatan dengan laporan warga yang mendengar dentuman keras di sejumlah wilayah Kotim pada Minggu petang.

Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap benda asing yang jatuh dari langit, BRIN memastikan serpihan tersebut tidak mengandung bahan beracun. Meski demikian, proses evakuasi tetap dilakukan untuk kepentingan identifikasi sekaligus memastikan keamanan di sekitar lokasi penemuan.

KNKT juga melakukan penelusuran dengan berkoordinasi bersama AirNav Indonesia dan sejumlah operator penerbangan. Dari hasil koordinasi tersebut, tidak ditemukan laporan pesawat yang hilang kontak terkait kejadian itu.

Petunjuk penting ditemukan pada penanda yang tertera di salah satu bagian serpihan, yakni kode 2ZQE31-20-15. KNKT menilai kode tersebut memiliki kemiripan dengan identitas roket pembawa satelit China, Zhuque 2E.

Setelah berkoordinasi dengan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) di bawah BRIN, KNKT memperoleh konfirmasi bahwa puing yang ditemukan di Kotim memang berasal dari roket tersebut. Penelaahan terhadap jalur masuk kembali puing ke atmosfer atau reentry juga menunjukkan lintasannya melewati kawasan tempat serpihan ditemukan.

Zachrudien mengatakan serpihan itu telah dibawa ke Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat ini sudah dievakuasi ke Lanud Iskandar Pangkalan Bun untuk identifikasi lebih lanjut lagi dan demi keamanan,” pungkasnya.

Sebelum serpihan ditemukan, suara dentuman keras sempat menghebohkan warga Kotim pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 17.39 WIB. Laporan suara tersebut berasal dari Kecamatan Cempaga Hulu, Telawang, Mentawa Baru Ketapang, dan Baamang.

Saat itu, warga belum mengetahui sumber suara tersebut. Sebagian menduga suara berasal dari guntur, sementara lainnya menduga ada benda jatuh dari angkasa.

Dugaan itu semakin menguat setelah pada Senin pagi beredar informasi mengenai penemuan serpihan benda asing di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Kilometer 26.

Pada salah satu serpihan ditemukan kode 2ZQE31-20-15 240256KY. Penanda tersebut menjadi salah satu petunjuk dalam proses penelusuran hingga akhirnya asal-usul benda itu terkonfirmasi sebagai bagian dari roket pembawa satelit China, Zhuque 2E.

Dengan terungkapnya asal-usul serpihan tersebut, rangkaian kejadian mulai menemukan titik terang, mulai dari dentuman yang terdengar di sejumlah kecamatan hingga penemuan puing di perkebunan sawit. Meski demikian, identifikasi lebih lanjut tetap diperlukan untuk memeriksa bagian serpihan yang ditemukan dan mendokumentasikan temuan tersebut. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard