Lewati ke konten utama
Kotawaringin Barat

Kapolres Kobar Pimpin Tim Gabungan Padamkan Api Malam Hari di Tanjung Puting

Redaksi 20-10-2026, 07:22 WIB 1 menit baca
Operasi pemadaman api di kawasan rawan Desa Sungai Sekonyer, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat lokasi yang masuk dalam zona konservasi Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). FOTO:ISTIMEWA/SB
Operasi pemadaman api di kawasan rawan Desa Sungai Sekonyer, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat lokasi yang masuk dalam zona konservasi Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). FOTO:ISTIMEWA/SB

SB, PANGKALAN BUN - Di tengah ancaman meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar), AKBP Joko Handono, S.I.K., M.H., M.M., memimpin langsung operasi pemadaman api di kawasan rawan Desa Sungai Sekonyer, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat. 

Lokasi yang masuk dalam zona konservasi Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) ini menjadi prioritas utama guna melindungi kelestarian ekosistem dan habitat satwa liar endemik.

Operasi pemadaman intensif ini dilakukan oleh tim gabungan berskala besar yang terdiri dari Polres Kobar, BPBD, Manggala Agni, kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan dan tim gabungan dari instnsi lainnya.

Kekuatan pemadaman di darat kini semakin diperkuat dengan tibanya 40 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brimobda NTB yang dipimpin oleh Danyon A Pelopor Brimobda NTB, Kompol Supriyono.

Kapolres Kobar tampak terjun langsung ke lapangan, membaur bersama para personel di garis depan dengan memegang selang air untuk menjinakkan si jago merah. 

Kapolres menjelaskan bahwa kendala pemadaman di lapangan yakni dipengaruhi oleh medan gambut dan vegetasi hutan yang tebal serta embusan angin kencang yang berubah - ubah menjadi tantangan berat karena api kerap bersembunyi di bawah permukaan lahan.

"Kehadiran kami di lokasi untuk memastikan koordinasi taktis antar-satuan berjalan cepat, efektif, dan tuntas. Karhutla di lahan gambut memerlukan penanganan khusus berupa pemadaman mendalam serta pembasahan berkala agar titik api benar-benar padam hingga ke dasar, dan tidak memicu kebakaran baru," tegas AKBP Joko Handono di sela-sela pemadaman.

Langkah pemadaman dan pembasahan (pendinginan) terus digencarkan secara masif oleh personel gabungan dan tim BKO Brimob NTB demi melokalisasi rembetan api. 

Sinergi darat ini diharapkan dapat meminimalisir sebaran asap kental dan mencegah kebakaran meluas di Taman Nasional Tanjung Puting. (sb) 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard