Lewati ke konten utama
Provinsi

Kabut Asap Kembali Ganggu Penerbangan di Bandara H Asan Sampit

Redaksi 05-11-2026, 15:59 WIB 1 menit baca
Kondisi di Bandara H Asan Sampit
Kondisi di Bandara H Asan Sampit

SB, SAMPIT - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (4/11/2026).

Setelah sempat beroperasi normal selama lima hari, satu penerbangan Super Air Jet dari Jakarta terpaksa dibatalkan akibat terbatasnya jarak pandang.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Haji Asan Sampit, Abdul Haris, mengatakan penerbangan Super Air Jet yang dijadwalkan tiba pukul 14.50 WIB tidak dapat beroperasi. Sementara itu, penerbangan NAM Air dari Surabaya masih dapat dilayani meski mengalami keterlambatan.

“Super Air Jet cancel. NAM Air terbang dari Surabaya,” kata Haris.

Ia menjelaskan, kabut asap sempat menebal pada siang hari sehingga mengganggu jarak pandang di sekitar bandara. Namun, menjelang sore kondisi mulai membaik karena kabut asap berangsur menipis, sehingga pesawat NAM Air masih memungkinkan untuk mendarat.

Berdasarkan informasi Personal in Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team Bandara Haji Asan Sampit, pesawat NAM Air yang dijadwalkan tiba pukul 13.05 WIB baru mendarat sekitar pukul 16.40 WIB.

Pesawat jenis Boeing tersebut mengangkut 130 penumpang dari Surabaya. Setelah tiba di Sampit, pesawat kembali membawa 130 penumpang untuk penerbangan menuju Surabaya.

Sebelumnya, aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit sempat terganggu selama lebih dari satu bulan sejak akhir September 2026 akibat kabut asap karhutla. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang terbatas hingga sejumlah penerbangan tidak dapat beroperasi.

Penerbangan kembali berjalan normal pada 30 Oktober hingga 3 November 2026 setelah hujan yang mengguyur wilayah Kotim selama beberapa hari membantu mengurangi kabut asap dan memperbaiki jarak pandang.

Namun, kondisi kembali memburuk pada Rabu siang. Kabut asap yang muncul menyebabkan pembatalan satu penerbangan, sedangkan penerbangan lainnya mengalami keterlambatan hingga akhirnya dapat mendarat pada sore hari.

“Kemarin ada penerbangan cuaca bagus,” ungkap Haris. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard