Lewati ke konten utama
HUKUM

Jenazah Prajurit TNI Korban Helikopter Jatuh di Seruyan Dipulangkan ke Kampung Halaman

Redaksi 05-11-2026, 16:27 WIB 2 menit baca
Upacara pelepasan prajurit TNI korban helikopter yang jatuh di Kabupaten Seruyan saat menjalankan misi pemadaman karhutla. (FOTO: ISTIMEWA)
Upacara pelepasan prajurit TNI korban helikopter yang jatuh di Kabupaten Seruyan saat menjalankan misi pemadaman karhutla. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Dua jenazah korban kecelakaan helikopter MI-17V5 milik Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) yang jatuh saat menjalankan misi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), diberangkatkan ke Semarang menggunakan pesawat Cassa 212 TNI Angkatan Darat, Kamis (5/11/2026).

Pemberangkatan kedua jenazah diawali dengan upacara pelepasan di Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Prosesi tersebut dipimpin Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan dihadiri Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kedua jenazah yang dipulangkan yakni Lettu CPN Nurhafiz Akbar Rizki Hartio dan Mayor CPN Dudi Firmansyah. Keduanya merupakan awak helikopter MI-17V5 yang mengalami kecelakaan saat bertugas mendukung operasi pemadaman karhutla di wilayah Seruyan.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan, pemulangan jenazah dilakukan sesuai dengan permintaan keluarga masing-masing prajurit.

“Yang satu dibawa ke Semarang. Kemudian satu lagi, Mayor, dibawa ke Bandung untuk disemayamkan di sana karena keluarganya berada di Bandung. Semua sesuai permintaan keluarga,” jelasnya.

Jenazah Lettu CPN Nurhafiz Akbar Rizki Hartio akan dimakamkan di Semarang. Sementara itu, jenazah Mayor CPN Dudi Firmansyah akan dibawa ke Bandung setelah tiba di Semarang untuk disemayamkan sekaligus dimakamkan di kota tersebut.

Prosesi pemakaman kedua prajurit tersebut dijadwalkan dihadiri pejabat tinggi TNI. Panglima TNI direncanakan menjadi inspektur upacara pemakaman di Bandung, sedangkan pemakaman di Semarang akan dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

Di sisi lain, proses penanganan korban kecelakaan helikopter tersebut masih berlangsung. Sebanyak lima korban telah dirujuk ke rumah sakit di Banjarmasin setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Kuala Pembuang. Sementara itu, satu korban lainnya masih dalam proses evakuasi.

Usai memimpin prosesi pelepasan jenazah di Bandara Kuala Pembuang, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin bersama Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan kembali menuju lokasi jatuhnya helikopter.

Keduanya bertolak ke lokasi untuk memantau secara langsung perkembangan operasi pencarian dan evakuasi korban yang masih berlangsung. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard