ILUSTRASI
SB, PALANGKA RAYA – Seorang anggota kepolisian yang bertugas di wilayah hukum Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) diduga menjadi korban penganiayaan usai pulang beli takjil.
Korban berinisial SBF awalnya mengendarai sepeda motor membonceng anak dan istrinya, usia pulang beli takjil mereka pulang melintas Jalan Pasendeng Induk, Kota Palangka Raya, Kamis (23/3/2023) sore waktu itu.
Sesampai di lokasi kejadian mereka terjebak di jalan berlumpur, yang mana di depannya juga ada sebuah mobil Toyota Calya KH 1936 TS yang juga terjebak lumpur.
Korban yang berada di belakang mobil saat mobil yang berisikan tiga penumpang tersebut ingin melewati lumpur tersebut ternyata dari roda belakang lumpurnya mengenai anak dan istri korban. Sehingga korban secara reflek berteriak melihat hal tersebut.
Mendengar teriakan tersebut satu orang di dalam mobil turun dan mendatangi korban, hingga terjadi adu mulut. Kemudian satu orang lagi ikut turun dari mobil mendatangi korban dan langsung memukul menggunakan tangan kosong hingga korban terluka dibagian bawah mata sebelah kiri.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirrreskrimum) Polda Kalteng Kombes Pol Faisal Napitupulu saat dikonfirmasi melalui telpon WhatsApp membenarkan kejadian tersebut. Namun dia menerangkan dari kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.
"Betul kejadian tersebut namun keduanya bersedia untuk diselesaikan secara kekeluargaan dan korban mencabut laporan," kata Kombes Pol Faisal Napitupulu.
Sebelumnya, kasus pemukulan ini telah dilaporkan kebagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Kalimantan Tengah. Saat ini antara korban dan pelaku sudah menyelesaikan kasus tersebut untuk tidak di tempuh ke jalur hukum. (ab/sb)