Tim gabungan mengevakuasi jasad Ahmad Samilan, sopir truk kernel yang mengalami laka tunggal dan tenggelam di Sungai Lamandau. (FOTO:BPBD)
SB, NANGA BULIK – Kurang lebih tiga hari melakukan pencarian, tim gabungan dari Basarnas Palangka Raya, TNI, Polri, BPBD, perusahaan dan masyarakat berhasil menemukan sopir truk fuso yang dilaporkan hilang setelah mengalami kecelakaan tunggal yang tenggelam di Sungai Lamandau.
Ahmad Samilan (47) ditemukan masyarakat meninggal dunia menyangkut di ranting pohon 500 meter dari tempat kejadian perkara, Selasa (27/03/2023) sekitar pukul 15.15 WIB.
Kapolres Lamandau AKBP Bronto Budiyono mengatakan, korban laka tunggal yang tenggelam di Sungai Lamandau ini diketahui Sabtu 25 Maret 2023 pada saat kejadian membawa muatan cangkang sawit dengan tujuan pelabuhan di Pangkalan Bun, namun pada saat melewati jembatan, truk yang dikendarai menabrak pembatas jembatan dan tercebur ke sungai.
“Pencarian memakan waktu karena terkendala cuaca yang buruk dan peralatan yang minim, ditambah arus sungai yang deras sehingga menyulitkan pencarian. Namun kita bersyukur dihari ketiga berhasil menemukan korban dengan kondisi meninggal dunia,” terangnya.
Dijelaskan Bronto, kondisi ditemukan tersangkut ranting-ranting pepohonan sekitar lokasi dengan jarak 500 meter dari lokasi kejadian.
“Jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Lamandau dengan menggunakan Mobil BPBD Lamandau,” tuturnya.
Ditempat yang sama, Plt Kepala BPBD Lamandau Gustoni mengatakan, setelah ditemukan maka pencarian ditutup dan dinyatakan selesai.
“Awal pencarian masyarakat menggunakan alat tradisional namun gagal karena arus deras, kemudian di hari tiga baru ditemukan kemungkinan besar terbawa arus karena dari titik lokasi jaraknya 500 meter,” tutupnya. (sb)